Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Jajaran perguruan tinggi dilibatkan dalam rapat koordinasi dalam rangka pembekalan fasilitator Desa Tangguh Bencana (Destana) oleh BPBD Provinsi Gorontalo, salah satunya Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo). Wakil Rektor 3 UMGo Dr. Ir. Hasim, M.Si mengaku rakor tersebut bagian dari penyamaan persepsi pentingnya sinergitas antara stakeholder khususnya perguruan tinggi. Dimana, perguruan tinggi memiliki peran strategis, karena memiliki sumber daya manusia yang kuat. Terkait dengan sinergitas ini, dijadwalkan akan dilaksanakan Training For Trainer (TFT) untuk destana yang pesertanya dosen-dosen dari perguruan tinggi di Gorontalo pada 16 April 2018 ini. “Kami memberi respon positif agenda sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah dalam membentuk desa tangguh bencana. Karena kegiatan tersebut bagian dari catur darma pada dimensi pengabdian masyarakat,” tutur Hasim. Dikatakan Hasim, pihaknya pada kesempatan itu mengusulkan ke BPBN dan BPBD untuk membuat klaster desa sebagai basis data dalam mengintegrasikan dengan kegiatan Kuliah Kerja Dakwah (KKD) UMGo. “Kami juga mengusulkan kolaboratif KKN tematik desa tangguh bencana antar perguruan tinggi di Gorontalo,” ujarnya. Lebih dari itu, dalam penanganan kebencanaan ini Hasim mengusulkan perlu program pendampingan BPBD dan program dari desa sehingga pelaksanaan destana ini lebih efektif. 

Close Menu