Bertekad Cegah Stunting Lewat Pendampingan 1000 HPK

Bagikan

KAMPUS PENCERAHAN – Stunting merupakan suatu perubahan patofisiologis yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat, peningkatan kematian, dan berkurangnya kekuatan fisik juga pertumbuhan syaraf pada anak. Biasanya anak-anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan teman-teman seusianya. Anak pendek stunted tidak dapat berprestasi di sekolah. Dimana, studi menunjukkan bahwa stunting menurunkan penghasilan saat dewasa sebesar 20 persen. Disamping juga dapat menyebabkan lemahnya sistem imunitas sehingga rentan terhadap infeksi. Untuk mencegah terjadinya stunting ini, sangat penting dilakukan oleh orangtua. Terutamanya dapat dicegah di 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak. Olehnya itu atas kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Gorontalo,, UMGo, dalam hal ini D4 Bidan Pendidik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMGo melaksanakan program 1000 HPK ini. Dan kaitan dengan hal itu, Sabtu (14/4) dilaksanakan kuliah pakar pendampingan 1000 HPK dalam rangka mencegah stunting, oleh Prof. dr. Veny Hadju MSc. Ph.D. Kaprodi Kebidanan UMGo dr. Zulaikha Asikin mengaku program 1000 HPK ada cara efektif untuk mencegah terjadinya stunting. “Alhamdulillah saat ini program 1000 HPK ini sudah jalan,” imbuhnya. Dan pelaksanaan kuliah pakar ini, kata Zulaikha sebagai bentuk penguatan kepada mahasiswa agar saat bertugas di lapangan akan lebih fokus dan efektif. Dikatakannya, salah satu hal yang paling mudah untuk mencegah stunting pada bayi yaitu dengan ASI eksklusif. “Anak-anak yang diberikan ASI eksklusif memiliki tingkat IQ yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI eksklusif. Bahkan bayi yang diberi ASI eksklusif kelak akan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi pula,” ujar dr. Zulaikha. Disamping itu juga ditambahkannya, bagi ibu yang memberikan bayinya ASI eksklusif juga akan mencegah terkena kanker payudara, kanker rahim. “bahkan hingga kanker tulang,” paparnya. Memberikan ASI eksklusif pada bayi sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting. Hal ini dikarenakan 90 persen pertumbuhan otak terjadi sejak janin sampai sebelum usia lima tahun. Sedangkan 70 persen pertumbuhan otak terjadi pada usia dibawah dua tahun. Jika pada masa-masa tersebut terjadi gangguan pada pertumbuhan otak, hal ini bersifat “irreversible” artinya tidak bisa disembuhkan dan bayi akan tumbuh tidak sempurna.