Rapat Senat Terbuka Peringati 1 Dasawarsa UM Go

KAMPUS PENCERAHAN – Rapat senat terbuka menandai milad 1 dasawarsa UM Go yang dilaksanakan, Selasa (3/7) kemarin, di gedung indoor kampus UM Go. Rapat dipimpin langsung Rektor UM Go Dr. dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S selaku ketua senat. Selain rapat senat, milad yang dihadiri unsur Ketua PP Muhammadiyah dan Majelisdiktilitbang PP Muhammadiyah, termasuk kepala daerah, diantaranya Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo dan Walikota Gorontalo Marten Taha juga sekaligus pemberian penghargaan Yusuf Polapa award kepada beberapa tokoh yang telah berjasa untuk pengembangan kampus. Penghargaan juga diberikan kepada perintis kampus, para anggota BPH, dosen yang telah berjasa berdedikasi memberikan pengabdian terbaiknya selama 10 tahun di kampus UM Go. Termasuk kepada TPA, sekaligus penyerahan HAKI kepada sejumlah dosen yang sudah memiliki hak cipta dalam rangka untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan penelitian di kampus UM Go. Soal pencapaian di satu dasawarsa ini, Muhammad Isman yang diwawancarai sejumlah awak media usai kegiatan, mengaku, sebagaimana dikatakan ketua PP Muhammadiyah dan ketua majelis diktilitbang Muhammadiyah, bahwasanya kedua institusi tersebut memberikan apresiasi yang luar biasa. Katanya UM Go bayi ajaib yang diharapkan mendahului mengikuti jejak kampus-kampus PTM yang sudah lebih tua usianya. “Tentu ini menjadi spirit motivasi buat kami untuk terus mengembangkan kampus pencerahan ini ke arah yang lebih baik,” tutur Muhammad Isman.
“Alhamdulillah di satu dasawarsa ini, akreditasi institusi kita yang awalnya C, menjadi B. Kemudian tinggal dua program studi yang belum terakreditasi B. Dan itu yang akan kita utamakan penyelesaiannya di tahun 2018 ini untuk segera menjadi B, sehingga akhir 2018, semua prodi sudah menjadi B. Dengan begitu, di tahun 2019 nanti, kita upayakan yang sudah B, menjadi A. Demikian juga perpustakaan dari B reakreditasi ke A,” tukasnya. Sementara terkait pengembangan prodi baru, Rektor mengaku saat ini ada 5 prodi baru yang diusulkan. Yaitu, Penjaskes, PG PAUD, Teknologi Penangkapan Ikan, Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kedokteran. “5 prodi ini sudah masuk usulan proposalnya ke Ristekdikti. Mudah-mudahan dalam waktu yang tak terlalu lama, izin operasional dari 5 prodi baru ini, sudah bisa dikeluarkan. Sehingga akan menambah jumlah program studi kita. Yang awalnya 11 dan sekarang menjadi 17. Mudah-mudahan bisa bertambah menjadi 22 dengan bertambah prodi baru itu nantinya,” jelasnya. Selanjutnya, dibidang infrastruktur, dari tahun ke tahun hingga mencapai 1 dasawarsa, infrastruktur terus berkembang. “Tahun ini hingga tahun 2020 masa kepemimpinan saya, yang kita pacu adalah penyelesaian gedung rektorat. Kemudian, kalau rektorat telah berdiri, maka akan dibangun gerbang dari depan. Kemudian penambahan satu gedung kuliah yang baru, perluasan perpustakaan dan renovasi dari pada indoor supaya lebih representatif. Jadi lima bangunan tersebut yang kami prioritaskan disisa masa jabatan kami di UM Go, dan termasuk pembebasan lahan, karena walaupun kita berencana pengembangan kedepan, tapi kalau lahan terbatas, maka itu yang juga kita prioritaskan, dalam rangka pengembangan infrastruktur kedepan,” tandasnya.