UM-Go Mengikuti Pelatihan Instruktur PTMA

Bagikan

Kampus Pencerahan – Dua majelis besar yg bernaung di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yaitu Majelis Diktilitbang dan Majelis Pendidikan Kader telah berkolaborasi menyelenggarakan Pelatihan Instruktur PTMA Regional 4 yang meliputi Kawasan Indonesia Timur bertempat di Pusbang Muhammadiyah Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman Jogyakarta.

Acara yang akan berlangsung selama empat hari itu, telah dibuka oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Drs. H. Ahmad Dahlan Rais, M. Hum hari Ahad tanggal 24 Februari 2019. Dalam sambutannya, Dahlan Rais menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah terobosan PP Muhammadiyah untuk melahirkan instruktur PTMA yang bersertifikat. Dikatakannya sebagai langkah terobosan karena kegiatan ini baru pertama kali dilakukan yang direncanakan sebanyak 10 kali putaran serta akan melibatkan seluruh PTMA se-Indonesia. Sedangkan yang baru dibuka ini merupakan putaran ke-4.

Dahlan Rais juga berharap, dengan adanya Pelatihan ini ke depan tidak ada lagi keluhan PTMA tentang masih adanya dosen dan karyawan yg tidak mengenal Muhammadiyah. Selain itu, beliau juga meninta agar pada waktu yang akan datang seyogianya setiap pejabat di PTMA diangkat setelah melalui pelatihan perkaderan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Rektor UM-Go, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S telah memberi mandat kepada LPP-AIK, Ir. Drs. Ad Mahmudy Irdja, MM. untuk bertindak sebagai peserta utusan UM-Go pada pelatihan tersebut. Rektor berharap kiranya pengetahuan dan ketrampilan yg diperoleh nanti dapat diaplikasikan untuk mendukung terwujudnya visi UM-Go yang berkarakter, sekaligus menyiapkan kader-kader Muhammadiyah melalui UM-Go selaku sebuah Perguruan Tinggi.

Dalam kaitan itu, Ad Mahmudy Irdja sempat pula menjelaskan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi instruktur di PTMA. Pada giliran selanjutnya akan mampu melaksanakan pengkaderan yang sanggup membangun kekuatan dan kualitas pelaku gerakan, serta sekaligus memberi muatan kapasitas kader Muhammadiyah yang berorientasi ke masa depan.

Kegiatan direncanakan berlangsung selama empat hari penuh yang akan diisi dengan berbagai materi, meliputi materi dasar, materi inti dan materi penunjang. Seluruh materi disampaikan dengan metode andragogi yang berorientasi kepada proses pengalaman konstruktif dengan berbagai variasi metode yang nenarik dan menyenangkan.