Safari Ramadhan UM-Go, Efek Ramadhan Dari Segi Keilmuan

Bagikan

KAMPUS PENCERAHAN – Meskipun hanya sebulan, efek dari bulan Ramadan nampaknya sangat terasa dari segala aspek. Salah satunya dari segi keilmuan. Dari sisi ini, Ramadan memberikan dampak kepada kehidupan manusia sehari-hari, baik dalam aspek kesehatan, ekonomi, sains dan teknologi, budaya, pertanian, pendidikan dan hukum.

Uraian ini digaungkan Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), dr. Muhammad Isman Jusuf, dalam safari Ramadhan yang dilaksanakan kampus pencerahan UM-Go, di Masjid Agung Baiturrahman, Limboto, Kabupaten Gorontalo. “Kebetulan tujuh (7) aspek ini dimiliki UM-Go yang ada di masing-masing fakultas. Ternyata, dari sisi ini manfaatnya sangat besar dalam rangka untuk meningkatkan upaya daripada amaliah di setiap masyarakat,” ungkap Rektor.

Hal ini tentu harus dipertahankan selama 11 bulan pasca Ramadan. Sehingga harapanya, keberadaan bulan Ramadan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dan aktivitas sehari-hari. “11 bulan pasca Ramadan, mudah-mudahan kita akan semakin baik lagi,” tukasnya.

Selain itu, Rektor juga menyampaikan tentang keutamaan Ramadhan dari aspek ibadah. Beribadah sesuai sunah di bulan Ramadhan pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Bahkan tidur di bulan Ramadhan juga ibadah. “Jika kita tidak melakukan hal-hal yang bermanfaat di bulan Ramadhan, itu adalah hal yang sangat merugikan bagi kita. Kita harus berlomba-lomba mendapatkan pahala di bulan Ramadan,” terangnya.

Seperti diketahui, untuk Ramadhan tahun ini, safari Ramadhan UM-Go rencananya akan dilaksanakan di 3 Masjid Agung Gorontalo, disela-sela waktu Tarawih dan Witir. Senin malam kemarin (13/5), safari Ramadhan telah dilaksanakan di Masjid Agung Limboto. Sisanya, untuk Masjid Agung Kota Gorontalo dan Suwawa akan diagendakan dalam waktu dekat. “Kunjungan ini dalam rangka untuk membina hubungan baik antara kampus dengan seluruh masyarakat di tiga daerah di Gorontalo,” papar dr. Isman.

“Tujuan lainnya adalah untuk sosialisasi akan keberadaan kampus UM-Go yang masih berusia satu dasawarsa. Tentu dalam usia ini UM-Go masih perlu diperkenalkan kepada masyarakat. Dan demi efektifnya kegitan ini mengingat ini bulan Ramadhan, safari Ramadhan kita lakukan disela-sela waktu Tarawih dan Witir. Disatu sisi kita membangun hubungan baik dengan masyarakat, disisi yang lain kita bisa memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan keberadaan kampus UM-Go,” pungkasnya.