Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Setelah diumumkan lolos Asia Youth International Model United Nation (AYIMUN) tahun 2019, Cinda Amilia Rahman, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), terus mempersiapkan dirinya sebagai delagasi terpilih diantara 2.500 delegasi dari berbagai negara. Diantara persiapan itu, ada beberapa hal yang dikirimkan pihak penyelenggara AYIMUN 2019 kepada para delegasi, mengingat waktu yang tinggal dua (2) bulan lagi. Seperti persiapan Position Paper dan Rules of Procedure.

Kedua hal ini dijelaskan Cinda saat dimintai keterangan oleh awak media, Selasa kemarin (20/6), via seluler. Pertama, Position Paper. Position Paper ini, kata Cinda, dipersiapkan untuk presentasi dihadapan seluruh delegasi dari berbagai macam negara. “Setiap negara akan mempresentasikan mengenai representasi negaranya. Jika saya merepresentasikan Bahrain, maka saya harus menuangkan atau menulis dalam Position Paper itu isu-isu Bahrain yang berkaitan dengan council saya, yaitu UNICEF (United Nations International Childrenís Emergency Fund),” ungkap Cinda.

Kedua, Rules of Procedure atau prosedur-prosedur selama sidang. Mengingat ini simulasi sidang PBB, maka suasananya pasti akan seperti sidang PBB. Disana, kata Cinda, pasti ada penawaran kerjasama dari berbagai macam negara, pemaparan masalah negaranya, yang tentunya dari berbagai macam negara maju dan berkembang. “Ada banyak sekali aturan yang perlu dipahami dan dihafal. Kemudian cara menyatakan pendapat, cara memberikan solusi, dan lain sebagainya,” terangnya.

Selain fokus kepada penelitian mengenai apa itu UNICEF, keadaan negara Bahrain, bagaimana caranya berdebat, cara pidato (saat memaparkan position paper), persiapan Cinda mengenai performnya untuk tarian daerah patut diapresiasi. “Iya, buat jaga-jaga jika disana dimintakan untuk perform. Semoga saja saya bisa menampilkan tarian daerah Gorontalo di event International ini,” harap Cinda.

Dalam kiriman itu, Cinda juga mendapatkan twibbon dari pihak penyelenggara untuk diposting di media sosial. Twibbon ini merupakan satu bentuk legalitas peserta yang akan hadir di Putrajaya, pusat administrasi Malaysia, bulan Agustus mendatang. Hal ini tentu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Cinda dan sebagai bentuk dedikasinya untuk kampus tercinta, Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go).

“Semoga dengan keikutsertaan saya dalam AYIMUN 2019 ini menjadi bagian dari mensukseskan program kampus, yakni UM-Go Go International. Terima kasih saya ucapkan untuk Rektor UM-Go dan seluruh civitas akademika yang telah mendukung secara penuh untuk kegiatan saya ini. Semoga dengan kegiatan ini, bisa memotivasi mahasiwa yang lain untuk dapat berprestasi, baik dalam kanca lokal, nasional maupun international untuk kampus tercinta UM-Go,” pungkasnya.

Close Menu