Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN- Sebagai salah satu daerah yang memiliki visi “Kota Serambi Madinah”, pasar modal syariah (PMS) seharusnya dapat berkembang dengan subur di provinsi Gorontalo. Namun kenyataannya, hingga saat ini pengetahun mengenai pasar modal syariah masih sangat dangkal.

Oleh karenanya, seminar nasional pasar modal syariah yang dilaksanakan di kampus pencerahan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go) menjadi salah satu langkah konkrit untuk memperkenalkan lebih jauh apa itu pasar modal syariah.

“Sejauh ini kita terlalu sering mendengar mengenai pasar modal yang konvensional, maka melalui seminar ini, saya harap para peserta dapat mengetahui lebih banyak mengenai pasar modal syariah, guna mendukung visi kota serambi madinah,” ungkap Rektor UM-Go, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf dalam sambutannya.

Iya, sebelum membuka acara seminar, terlebih dahulu Rektor UM-Go memberikan beberapa arahan kepada para peserta. Salah satunya mengenai perwujudan pasar modal syariah yang dituangkan dalam tri dharma perguruan tinggi.

Menurut dr. Isman, lewat tri dharma ini, pasar modal syariah akan mudah dikembangkan. Pertama, pendidikan dan pengajaran. Memasukan mata kuliah pasar modal syariah dalam kurikulum sangat tepat konteks. “Di UM-Go, prodi akuntansi kami sudah menggunakan ekonomi syariah. Saya harap untuk pasar modal syariah juga dimasukan dalam komponen kurikulum pengembangan prodi ekonomi dan akuntansi,” ungkap Rektor.

Kedua, riset atau penelitian. Kepada para peserta seminar, Rektor UM-Go meminta, agar proses pelaksanaan kegiatan ini tidak berhenti pada taaruf saja, akan tetapi berkembang sampai pada penelitian-penelitian. Khususnya dalam penyusunan skirpsi mengenai pasar modal syariah.

“Saya harap ini bisa difasilitasi oleh OJK ataupun Bursa Efek Indonesia (BEI), ada jurnal khusus tentang ekonomi syariah atau pasar modal syariah, sehingga tulisan-tulisan mengenai judul ini baik melalui mahasiswa ataupun dosen, bisa dimuat dalam jurnal khusus tentang pasar modal,” terangnya.

Ketiga, pengabdian masyarakat. Sebagai akademisi, pengabdian adalah satu hal yang wajib untuk dilaksanakan. “Kita mungkin bisa jadikan satu desa sebagai percontohan desa pasar modal syariah. Desa ini diharapkan dapat menjadi tempat untuk pengabdian masyarakat dari para dosen. Sementara untuk mahasiswa, dapat melakukan pengabdian melalui sekolah-sekolah, pesantren ataupun masjid dalam rangka mengembangkan pasar modal syariah berbasis komunitas,” paparnya.

Jika dilaksanakan sebagai program kampus, maka taaruf ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seminar, tapi bertransformasi dalam bentuk-bentuk yang nyata yang dilaksanakan langsung oleh masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pihak OJK dan BEI yang telah berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam rangka untuk penerapan pasar modal syariah. Minimal seminar ini dapat berimplikas pada civitas kampus dan maksimal kepada masaryakat umum yang peduli dengan pasar modal syariah. Mudah-mudahan, dengan komitmen kita, pasar modal syariah akan menjadi solusi untuk meningkatkan ekonomi di Gorontalo,” pungkasnya.

Close Menu