Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Setelah menjadi jawara Duta Bahasa di tingkat provinsi Gorontalo, Cinda Amilia Rahman, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), akhirnya melangkah pada pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2019, di Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selama 6 hari, yaitu sejak 13 hingga 18 Agustus kemarin, di Hotel Mercure Batavia, Kota Jakarta.

Ada 62 peserta yang ikut dalam pemilihan Duta Bahasa Nasional tahun ini. Dan dua (2) diantaranya adalah perwakilan provinsi Gorontalo. Saat dikonfirmasi, Cinda menjelaskan bahwa, selama 6 hari di Jakarta, dirinya mendapatkan ilmu yang sangat banyak. Salah satunya saat menerima materi mengenai peran penting dan pemanfaatan bahasa dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Berbagai macam rintangan yang dihadapi pada saat belajar dan melestarikan bahasa dibahas untuk meningkatkan kesadaran para generasi muda dalam meningkatkan kemahiran berbahasa,” ungkap Cinda.

Selain itu, Cinda bersama para calon Duta Bahasa Nasional lainnya juga sempat melaksanakan audiensi dengan Mendikbud, Muhadjir Effendy di kantor Kemendikbud, Jakarta. Kata Cinta, Mendikbud menaruh harapan banyak kepada para peserta Duta Bahasa Nasional. “Saat ini kami diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menyukseskan gerakan literasi nasional,” tukasnya.

Mendikbud, lanjut Cinda, juga memuji para calon Duta Bahasa sebagai sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, yang mampu mendorong pergerakan ke arah Indonesia maju. Duta Bahasa dipandang sebagai pribadi yang cerdas, dinamis dan yang terpenting adalah mencintai bahasa Indonesia. “Kami diharapkan mampu menjadi contoh dalam penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan proporsional,” papar Cinda.

Pada puncak pemilihan, dengan penuh perjuangan dan kerja keras, Cinda akhirnya mampu meraih juara harapan II di tingkat Nasional bersama wakil Gorontalo lainnya. Ada beberapa aspek yang dinilai dalam kegiatan ini, yakni aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, penampilan dan bakat.

Untuk penilaian pengetahuan dilaksanakan melalui presentasi lisan, wawancara terhadap pengetahuan kebahasaan dan penilaian terhadap rancangan kegiatan. Penilaian keterampilan dilakukan melalui wawancara terhadap keterampilan berbahasa. Sementara penilaian sikap dilakukan melalui wawancara dan pengamatan perilaku peserta selama mengikuti kegiatan. Sedangkan penilaian penampilan dilakukan pengamatan terhadap keselarasan penampilan fisik. Dan penilaian bakat dilakukan melalui pengamatan terhadap penampilan bakat dan minat peserta.

Tentu sebuah prestasi yang tidak mudah diraih oleh Cinda, karena mampu menyingkirkan puluhan Duta Bahasa se Indonesia. “Terima kasih atas dukungan kepada kami. Bagi saya, seluruh prestasi ini saya tujukan untuk kampus UM-Go tecinta. Terima kasih kembali kepada pak Rektor dan seluruh civitas akademika UM-Go, khususnya Fakultas Ilmu Bahasa,” terang Cinda.

Cinda bersama jawara Duta Bahasa lainnya kini mengemban tugas penting dalam menunjang tugas dan fungsi Kemendikbud dalam mengkampanyekan bahasa negara. “Secara umum, tujuan dari pemilihan Duta Bahasa ini untuk meningkatkan peran generasi muda dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia daerah dan asing sesuai dengan ranah penggunaan masing-masing, guna memperkuat jati diri dan daya saing bangsa,” pungkasnya.

Close Menu