Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Selasa kemarin (20/8), menindaklanjuti tembusan surat dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI, atas kesediaannya sebagai penyelenggaraan Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) tahun 2019.  Sebagai balasannya, UM-Go kemudian mengajukan dua (2) nama sebagai narasumber SCKD kepada Kemenrsitekdikti, yakni Josaphat Tetuko Sri Sumantyo dari Universitas Chiba, Jepang dan Dr. Teguh Haryo Sasongko dari Perdana University Malaysia.

Oleh Kemenristekdikti pengajuan ini dipenuhi dengan menghadirkan Dr. Teguh Haryo Sasongko dari Perdana University Malaysia sebagai narasumber pelaksanaan SCKD di UM-Go, dengan tema “Diaspora Indonesia untuk Mewujudkan UM-Go sebagai Kampus Lokal Mengglobal”.

Kehadiran Teguh Haryo di UM-Go disambut oleh seluruh pimpinan UM-Go, khususnya Rektor UM-Go, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf. Dalam sambutannya, dr. Isman sedikit menceritakan perjalanan Teguh Haryo dihadapan para audience. Maklumlah, Teguh Haryo merupakan teman se angkatan dr. Isman saat menimba ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.

“Iya, Teguh Haryo adalah teman se angkatan saya di UGM. Beliau kemudian mengambil gelar doktornya di Kobe University, Jepang. Dan setelah lulus, Teguh Haryo akhirnya memutuskan untuk melanjutkan karirnya di Malaysia,” ungkap dr. Isman.

Kehadiran Teguh Haryo di UM-Go, diharapkan dapat berbagi tips dan trik kepada para dosen, TPA maupu mahasiswa, terkait bagaimana cara berfikir global dengan tidak melupakan visi lokalitas. “Di PTM yang lain sudah ada mahasiswa asing yeng kuliah di kampusnya. Kita berharap lewat pemaparan Teguh Haryo, para dosen, TPA dan mahasiswa UM-Go mulai bisa berfikir global. Sebab SCKD adalah momentum yang tepat untuk itu,” terangnya.

Mengenai UM-Go, Rektor menyampaikan bahwa saat ini UM-Go telah memasuki milestone yang ketiga (2015-2020), dimana dalam milestone ketiga ini, UM-Go ingin mencapai predikat kampus yang berskala Nasional. “Alhamdulillah, sedikit demi sedikit predikat itu mulai tercapai. Mulai dari keterlibatan di event-event nasional, hingga kehadiran langsung Presiden RI. Iya, UM-Go adalah satu-satunya kampus Gorontalo yang dikunjungi orang nomor satu Indonesia,” papar Rektor.

Selain itu prestasi-prestasi mahasiswa di level Nasional juga sudah mulai terukir. Seperti pada bulan Agustus ini, dua prestasi Nasional telah diukir oleh mahasiswa UM-Go. Yakni juara harapan II Duta Bahasa Nasional dan juara harapan II Fotografi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se Indonesia.

Rektor pun menghimbau kepada seluruh civitas akademika UM-Go untuk bersiap-siap memasuki etape yang keempat (2020-2025), yaitu Go Internasional. “Persiapannya sudah kita mulai dari sekarang, yaitu dengan mengajak teman-teman semua untuk mulai berfikir global,” pungkasnya.

Close Menu