Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Revolusi industri 4.0 tidak hanya mengubah industri, namun juga pekerjaan, cara berkomunikasi, berbelanja, bertransaksi, hingga gaya hidup. Oleh karenanya, selain mempertahankan eksistensi usaha, pelaku bisnis juga dihimbau agar memberikan dukungan pelatihan agar anak bangsa akan terus berkembangan mengikuti perkembangan dunia digital.

Iya, peran generasi milenial dalam industri 4.0 sangatlah penting. Hal inilah yang menjadi bahasan menarik dalam seminar nasional yang dilaksanakan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Selasa kemarin (27/8/2019), di gedung Haryono Suyono. Namun dalam bahasan ini, UM-Go sedikit mengaitkan tema peran generasi milenial dalam industri 4.0 dengan kehidupan sosial.

UM-Go juga menghadirkan pemateri pakar yang menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), Prof. Zainal Arifin Hasibuan dalam seminar kali ini.

“Kaum millenial sangat mempunyai peranan penting dalam industri 4.0. Kita perlu memberikan pembekalan pendidikan formal, non-formal dan informal yang relevan. Karena mereka adalah generasi yang paling siap dan nantinya akan menghadapi tantangan lebih berat di masa depan. Tugas kita mempersiapkan mereka sebaik-baiknya,” ungkap Prof. Zainal.

Sementara itu, Wakil Rektor I UM-Go, Bidang Akademik, Prof. Moon Hidayati Otoluwa dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kedatangan pakar sekaligus Ketua Umum APTIKOM yang telah bersedia memberikan materi di kampus pencerahan UM-Go.

Dalam pengamatannya, materi yang disampaikan Prof. Zainal telah membuka wawasan mahasiswa dan dosen, hingga memotivasi untuk selalu aktif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, terutama dalam bidang Ilmu dan Teknologi (IT). “IT itu sangat menguntungkan, tetapi kebanyakan orang tidak menyadarinya,” ungkap Prof. Moon.

Dirinya mengakui, bahwa sejauh ini masyarakat Gorontalo cukup tanggap pada perkembangan IT. Tetapi sayang, pemanfaatannya justru lebih banyak ke arah yang merugikan. “Misalnya, punya HP, tetapi digunakan hanya untuk mengakses media sosial (FB, WA, IG), yang lebih banyak menyita waktu. Mestinya medsos ini digunakan sebagai sarana untuk mendatangkan uang. Hal inilah yang diingatkan kepada kita agar segera bangkit dari kelalaian. Carilah kesempatan untuk berbisnis, manfaatkan keterampilan di bidang IT, hingga membantu memasarkan usaha-usaha kecil dimana saja,” terangnya.

Selain Wakil Rektor I, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Dr. Talha Dangkua, Wakil Dekan, Kepala Program Studi (Kaprodi), Tenaga Penunjang Akademik (TPA) dan Mahasiswa dilingkungan FST UM-Go.

Close Menu