Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Malaysia kini menjadi saksi atas hadirnya salah satu mahasiswa berprestasi Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go) yang terpilih sebagai delegasi Asia Youth International Model United Nation (AYIMUN) tahun 2019. Iya, Cinda Amilia Rahman, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UM-Go belum lama ini tiba di Putrajaya, Pusat Administrasi Malaysia, bersama 2.500 delegasi AYIMUN terpilih dari berbagai negara, untuk mengikuti rangkaian kegiatan AYIMUN 2019. “Saat ini saya berada di Malaysia bersama orang-orang hebat dari 80 negara,” ungkap Cinda saat dikonfirmasi media via seluler.

Soal persiapan, Cinda cukup memaksimalkan waktunya selama sebulan untuk mengikuti konferensi Internasional ini. Sedikit cerita perjalanan Cinda sebelum tiba di Malaysia. “Jadi setelah bergabung dengan beberapa delegasi dari Indonesia dan negara lainnya dalam whatsapp group, ternyata dari provinsi Gorontalo hanya saya saja,” ungkap Cinda.

Hal ini tentu semakin membuat Cinda bersemangat. Sebab, selain nama UM-Go, Cinda sebagai satu-satunya wakil Gorontalo tentu akan banyak memperkenalkan budaya daerah dihadapan ribuan pasang mata dunia. “Dalam konferensi simulasi sidang PBB ini, saya akan memperkenalkan budaya Gorontalo serta hobi sesuai pengisian biodata. Mungkin saya akan menggunakan baju tradisional daerah bersama dengan delegasi Indonesia lainnya,” terangnya.

Momen ini sangatlah memotivasi Cinda. Lebih-lebih AYIMUN ini sangat menuntut kemampuan public speaking berbahasa Inggris, bernegosiasi, berdebat dan pengetahuan terkait negara dan council tersebut. “Ini sebagai ajang untuk pengaktualisasian diri, memperoleh pengalaman baru, mencetak sejarah baru dalam hidup saya, dimana saya bisa bertemu dengan orang-orang hebat di seluruh dunia,” tambahnya.

Sebagai tambahan, untuk alur kegiatan AYIMUM, Cinda telah melakukan pendaftaran melalui website resmi AYIMUN. Sementara untuk akomodasi perjalanan Cinda, seluruhnya ditanggung UM-Go dan pemerintah kabupaten Gorontalo (Kabgor). “Saat kembali nanti, ilmu yang saya peroleh perlu dihighlight untuk berkembang bersama-sama dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus belajar dan kreatif,” papar Cinda.

Secara garis besar, AYIMUN adalah wadah untuk mengakomodasi para pemuda di Asia, untuk meningkatkan kemampuan diplomasi mereka dan meningkatkan kemampuan generasi muda Indonesia secara internasional. Meliputi kemampuan memimpin, berpidato, menyelesaikan masalah-masalah, berkomunikasi, dan lain sebagainya.

Melalui AYIMUN pula pemuda Indonesia dapat mengenal luasnya dunia, bertemu dengan generasi muda dari berbagai macam dan bertukar kebudayaan. Hingga demikian akan terwujudlah generasi muda Indonesia yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang diskusi dunia. Selamat berjuang Cinda.

Close Menu