Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Sosok ibu sampai kapan pun tidak akan pernah ada tandingannya. Bahkan dalam hal menghormati orang tua, yang pertama disebut oleh Rasulullah adalah ibu. Rasulullah mengatakannya sampai tiga kali. Baru kemudian, Rasulullah menyebutkan ayah. Itu pun hanya sekali.

Di era revolusi industri 4.0, peran ibu sangatlah mendasar. Bahkan dijelaskan Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, ibu adalah peletak dasar untuk menciptakan anak-anak yang berkualitas. “Jika ingin anak kita bersaing di era revolusi industri 4.0, maka ibu harus menjadi figur sentral dalam menciptakan anak yang cerdas dan sehat,” ungkap Rektor dalam seminar nasional kesehatan.

Soal teknologi, banyak anak usia dini sudah mengenal smartphone, bahkan ada yang sangat intens. Tak heran jika dalam penggunaannya, mereka jauh lebih mahir ketimbang orang tuanya. “Ini memang era mereka. Namun tugas kita sebagai orang tua adalah mengarahkan penggunaan smartphone agar tidak mengganggu tumbuh kembangnya. Disinilah kecerdasan ibu sangat diperlukan,” jelas Rektor.

Hal ini bukan tanpa sebab. Iya, akibat revolusi industri yang begitu maju, banyak sekali penyakit bermunculan yang penderitanya adalah anak-anak. Salah satunya internet addiction disease. Anak-anak yang terpapar smartphone sejak dini akan terkena addiction atau ketergantungan seperti layaknya narkoba. “Jika orang tua tidak cerdas mengelola smartphone, maka teknologi ini hanya akan mengganggu kesehatan mereka,” tambahnya.

Inilah pentingnya seminar nasional kesehatan, untuk bagaimana peran ibu sebagai figur sentral kehidupan, bisa menciptakan anak yang cerdas dan sehat. “Ibu adalah pemeran penting dalam konsep 3A. Yakni, asah, asih dan asuh. Apabila 3A ini diterapkan dengan baik, maka kita akan melahirkan anak-anak yang cerdas secara intelektual, emosional, spiritual dan sehat secara jasmani, rohani dan sosial,” tutup Rektor.

Close Menu