logo-1.png
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Senin kemarin (9/12/2019), bersilaturahmi ke Radio Insania Network Gorontalo. Dan dalam kunjungan tersebut, Rektor UM-Go diminta untuk mengudara, menyapa para pendengar Insania FM, dengan memperkenalkan keberadaan kampus pencerahan UM-Go.

Dalam sesi dialog kurang lebih selama 30 menit tersebut, Rektor UM-Go menjelaskan usia UM-Go yang sudah satu dasawarsa lebih. “Kampus ini sudah berusia 11 tahun, tepatnya berdiri pada 11 Juni 2008. Dimana kampus ini awalnya masih menggunakan gedung SMA Muhammadiyah yang ada di Kota Gorontalo. Pada tahun 2010 UM-Go kemudian pindah menempati lokasi baru di desa Pentadio Timur, kecamatan Telaga Biru, kabupaten Gorontalo, yang hingga saat ini ditempati,” ungkapnya.

Jadi, lanjut rektor, perkembangan UM-Go yang awalnya hanya menggunakan fasiltas amal usaha Muhammadiyah berupa gedung SMA, saat ini sudah menggunakan fasilitas sendiri berkat bantuan dari pemerintah kabupaten Gorontalo, para dermawan, tokoh-tokoh persyarikatan, dan para anggota Muhammadiyah.

Awal berdirinya kampus ini, kata rektor, baru memiliki 5 fakultas, yakni Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS), Fakultas Pertanian dan Perikanan (FAPERKAN) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Seiring berjalannya waktu, tahun 2016 UM-Go akhirnya ketambahan 2 fakultas baru, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Hukum (FH). Sehingga total fakultas UM-Go
sampai dengan saat ini telah berjumlah 7 fakultas. Sementara untuk program studi (Prodi) yang awalnya hanya 10 prodi, saat ini telah berjumlah 17 prodi.

Selain itu, ia juga mengungkapkan soal tantangan terberatnya saat menjabat sebagai rektor. “Saya mulai menjabat rektor sejak 7 oktober 2016 sampai periode tahun 2020. Selama 4 tahun ini kami mengemban amanah persyarikatan dalam rangka untuk mengelola amal usaha perguruan tinggi UM-Go. Dan pada saat menerima amanah dan tanggunjawab ini yang kami rasakan adalah bagaimana berusaha untuk menjaga reputasi UM-Go yang telah dikenal masyarakat dari hari ke hari semakin baik,” terangnya.

Seperti diketahui, di zaman rektor sebelumnya, yakni Prof. Nelson Pomalingo (Bupati Kabupaten Gorontalo saat ini), UM-Go telah meraih pencapaian-pencapaian yang luar biasa, dimana jumlah mahasiswa meningkat cukup banyak, perkembangan fasilitas fisik yang cukup memadai, sehingga perlu usaha untuk mempertahankan bahkan ditingkatkan. “Inilah yang menjadi tantangan saya diawal-awal masa kepemimpinan, bagaimana untuk melanjutkan program yang telah dirintis rektor sebelumnya selama 4 tahun kedepan,” tambahnya.

Saat ini, Rektor UM-Go sedang memfokuskan UM-Go sebagai kampus berbasis riset, mandiri dan berkarakter. Iya, jika pada periode sebelumnya fasilitas fisik menjadi lebih baik, para dosen banyak melanjutkan studi S2 dan S3, maka di 4 tahun kepemimpinan dr. Isman, dirinya akan fokus pada 3 hal, yaitu riset, mandiri dan karakter.

Untuk riset, Rektor ingin dalam kurun waktu 4 tahun ini, UM-Go memiliki reputasi dalam hal publikasi ilmiah, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kita dorong para mahasiswa dan dosen untuk aktif terlibat dalam riset. Hasilnya telah terbukti, pada tahun 2016 kemarin peringkat riset kita yang berada pada angka 850, saat ini naik hingga 304, hampir 500 poin. Kita berusaha menjadikan riset itu sebagai salah satu panglima dalam rangka untuk menggerakkan kampus di masa yang akan datang,” tukasnya.

Mandiri, dalam hal ini rektor menginginkan UM-Go tidak lagi mengandalkan partisipasi mahasiswa, tetapi ada sumber-sumber pendapatan lain yang dikelola dalam rangka untuk kemandirian kampus. “Saat ini kita telah mengembangkan badan usaha milik kampus (BUMK) yang mengelola sejumlah usaha-usaha dalam rangka untuk mendatangkan pendapatan kampus. Diantaranya mengelola sejumlah cafe untuk melayani masyarakat dan civitas kampus, bidang usaha pertanian dan perikanan, yakni peternakan ayam dan sapi yang dikembangkan untuk mendapatkan pendapatan untuk kampus. Dan IT, dimana kita mengembangkan lab uji kompetensi yang digunakan bukan hanya untuk internal kampus Muhammadiyah, tapi juga untuk kampus lain yang membutuhkan,” tambah rektor menjelaskan.

Selain itu, Rektor juga berupaya untuk kemandirian dari sisi SDM, seperti menghindari ketergantungan dosen dari luar. “Itulah bukti kemandirian kampus, dimana SDM yang kita gunakan adalah SDM kampus kita sendiri, terkecuali untuk prodi-prodi baru yang dosennya masih kurang,” katanya.

Mengenai karakter, Rektor ingin mengembangkan keunggulan karakter mahasiswa Muhammadiyah, yang tidak hanya unggul ilmiah, amaliah saja, tapi juga akhlakiah. Sehingga dalam perjalanannya UM-Go telah mengembangkan program-program seperti mahasiswa boarding school (MBS) dan kegiatan Jum’at for Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK). “Kita berharap 3 hal ini bisa diwujudkan di masa kepemimpinan saya selama 4 tahun,” pungkasnya.

Close Menu