logo-1.png
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Mengawali kegiatan dihari ketiga tahun 2020, civitas akademika Universita Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go) melaksanakan kegiatan
senam pagi di lapangan pencerahan UM-Go. Selain untuk meraih kesehatan dan kebugaran diri, kegiatan ini juga menjadi bagian dari hasil pertemuan Rektor UM-Go dan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) saat menghadiri orientasi kampus sehat di Yogyakarta.

“Jadi Mejelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sudah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui MoU, dimana seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) termasuk UM-Go akan menerapkan kampus sehat,” ungkap Dr. dr. Muhammad Isman Jusf dalam sambutannya, Jum’at kemarin (3/1/2020).

Adapun poin dari program kampus sehat, kata rektor, tercermin dari tiga (3) hal. Yakni kebijakan, kegiatan pelayanan kesehatan dan program-program kampus sehat.

Untuk kebijakan, lanjut rektor, seluruh pimpinan kampus harus berkomitmen untuk menciptakan kampus sehat. Salah satu contoh kawasan tanpa rokok (KTR). “Di kampus-kampus lain sudah sama sekali tidak ada rokok (zero rokok), namun karena di kampus kita masih ada yang merokok, maka kita akan fasilitasi tempat khusus,” terang rektor.

Jika sudah disediakan tempat khusus, maka merokok disembarang tempat tentu dilarang keras. Hal ini, lanjut rektor, bahkan sudah diterapkan sejak tahun 2017. “Kita ingin masyarakat kampus yang tidak ingin terpapar asap rokok dapat terjaga. Silahkan bagi suka merokok untuk melaksanakan hak asasinya, tapi jangan mengganggu hak asasi orang lain,” paparnya.

Kemudian untuk kegiatan pelayan kesehatan, rektor menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, dirinya bersama Dekan FIKES telah di tes segala jenis penyakit. Hal-hal seperti inilah yang akan dilaksanakan UM-Go, agar seluruh masyarakat kampus dapat diketahui riwayat kesehatannya masing-masing.

“Jadi masing-masing bisa tau profil kesehatannya, sehingga ada upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah, baik dosen, tenaga penunjang akademik, maupun mahasiswa. Kemarin saya bersama dekan FEIS di tes mulai dari asam urat, kolestrol, tinggi badan, berat badan dan lingkar perut. Jadi kita bisa tau kurus, ideal atau obesitas,” tambahnya.

Terakhir, untuk program kampus sehat, lanjut rektor, salah satu contohnya adalah kegiatan senam pagi hari ini. Menurut rektor, senam pagi di hari Jum’at telah dicanangkan sejak tahun 2018 dengan nama Jum’at Berkah. Berkah baik jasmani maupun rohani.

“Saya minta fakultas atau unit terkait di hari Jum’at agar bersedekah, membagikan makanan dan minuman kepada seluruh peserta olahraga, niatkan untuk sedekah lewat pembagian makanan gratis di masjid Yusuf Polapa UM-Go,” tukas rektor.

Poin-poin ini, kata rektor, telah disampaikan ke Dirjen Kemenkes. Dirinya sangat mengapresiasi, bahkan katanya ingin melihat langsung seperti apa Jum’at Berkah UM-Go. “Kita rencanakan pekan depan bekerjasama dengan Dines Kesehatan lewat program Germas go to Campus, yakni gerakan masyarakat sehat keliling-keliling kampus,” katanya.

Untuk program ini, rektor berharap FIKES menjadi gerbong utama dalam menyukseskan gerakan Jumat berkah, menjadi contoh untuk kampus-kampus lain, sekaligus mencanangkan UM-Go sebagai bagian dari kampus sehat yang ditandatangani oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dengan Kemenkes.

“Kita bersyukur PTM belum banyak melakukan hal-hal ini. Mereka justru ingin belajar dari kita. Oleh karenanya kita harus berusaha mempertahankan tradisi yang baik ini, dalam rangka menjadi kampus sehat dalam arti yang sebenarnya,” pungkasnya.

Close Menu