{"id":10108,"date":"2025-01-10T06:43:40","date_gmt":"2025-01-10T06:43:40","guid":{"rendered":"https:\/\/umgo.ac.id\/?p=10108"},"modified":"2025-01-10T06:43:40","modified_gmt":"2025-01-10T06:43:40","slug":"kisah-mahasiswa-umgo-di-daerah-3t-perjalanan-menemukan-rumah-kedua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umgo.ac.id\/?p=10108","title":{"rendered":"Kisah Mahasiswa UMGO di Daerah 3T: Perjalanan Menemukan Rumah Kedua"},"content":{"rendered":"<h2 dir=\"ltr\"><\/h2>\n<p dir=\"ltr\"><em><strong>Kampus Unggul dan Berkemajuan<\/strong><\/em> &#8211; <span style=\"font-size: 16px\">Rahmat W. Mangga, mahasiswa Program Studi Geografi angkatan 2021 Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) ini, telah menceritakan bagaimana perjalanannya mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 7 di Daerah 3 T yakni di Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-10110\" src=\"https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0011-225x300.jpg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0011-225x300.jpg 225w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0011-768x1024.jpg 768w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0011-1152x1536.jpg 1152w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0011-1536x2048.jpg 1536w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0011-600x800.jpg 600w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0011-scaled.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Bermula Dari Program MSIB<\/strong><br \/>\nProgram MSIB adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui magang dan studi independen di berbagai lembaga atau perusahaan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n\u201cProses seleksi program ini cukup kompetitif, dengan beberapa tahap yang meliputi seleksi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Dari puluhan ribu pendaftar, saya bersyukur bisa lolos dan mendapatkan kesempatan untuk magang di Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.\u201d Jelas Rahmat<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"font-size: 16px\">Keberanian keluar dari zona nyaman ini dapat menghasilkan pengalaman luar biasa jelasnya. Dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 7, ia menjelajahi tantangan baru di Desa Todanara, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan daerah yang masuk kategori 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan).<\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Perjalanan Menuju Lembata<\/strong><br \/>\nAwal Oktober 2024, Rahmat memulai perjalanan panjangnya dari Gorontalo ke NTT. Transit di Makassar, Jakarta, dan Kupang menjadi bagian dari petualangan sebelum tiba di Desa Todanara, sebuah desa terpencil yang langsung memberikan tantangan budaya dan lingkungan. Suhu panas, minimnya akses air bersih, dan mayoritas penduduk non-Muslim membuatnya harus beradaptasi dengan cepat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n\u201cSaya merasakan budaya yang sangat berbeda, bahkan mengalami culture shock, karena saya tinggal ditempat yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Tidak ada masjid di desa ini, yang berarti saya harus pergi ke Lewoleba (kota) jika ingin melaksanakan sholat Jumat, dan jika melaksanakan sholat 5 waktu lebih sering dirumah.\u201d ujar Rahmat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\nTidak hanya itu, rahmat juga sering merasa kesulitan untuk mendapatkan air untuk berwudhu dan mandi, \u201cHidup di Desa Todanara mengajarkan saya menghargai setiap tetes air dan mensyukuri keberadaan sumber daya alam yang selama ini saya anggap remeh,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n<strong>Tugas sebagai Enumerator<\/strong><br \/>\nRahmat bergabung dalam program \u201cMudah Berdaya untuk Kedaulatan Pangan\u201d (MBKP), di mana ia berperan sebagai Enumerator. Tugasnya meliputi pendataan potensi pangan lokal, pemetaan lahan, serta analisis pola produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat. Pengalaman ini memperkenalkan Rahmat pada keanekaragaman budaya dan pentingnya menjaga kedaulatan pangan lokal sebagai bentuk ketahanan nasional.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-10111\" src=\"https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0007-169x300.jpg\" alt=\"\" width=\"169\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0007-169x300.jpg 169w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0007-576x1024.jpg 576w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0007-768x1365.jpg 768w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0007-864x1536.jpg 864w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0007-1152x2048.jpg 1152w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0007-600x1067.jpg 600w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0007-scaled.jpg 1440w\" sizes=\"(max-width: 169px) 100vw, 169px\" \/><br \/>\n\u201cSaya belajar langsung dari masyarakat, memahami cara mereka memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana,\u201d jelas Rahmat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Menemukan Rumah Kedua<\/strong><br \/>\nTinggal bersama keluarga sambung, pasangan Theresia Lema (Mama Lema) dan Bernabas Boli (Bapak Nabas), serta keempat anak mereka, memberikan Rahmat pengalaman yang mendalam. Kehangatan dan kasih sayang keluarga ini membuat Rahmat merasa seperti bagian dari keluarga.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-10113\" src=\"https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0027-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0027-300x169.jpg 300w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0027-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0027-768x432.jpg 768w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0027-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0027-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0027-600x338.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebagai anak yatim-piatu, kehadiran Mama Lema dan Bapak Nabas menjadi pelipur lara bagi Rahmat. \u201cMereka memperlakukan saya seperti anak kandung sendiri. Kehidupan sederhana mereka sarat dengan cinta dan pelajaran tentang arti keluarga sejati,\u201d katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n\u201cSaya merupakan anak yatim-piatu, sudah 9 Tahun saya hidup tanpa sosok seorang ibu, dan 2 Tahun lalu Ayah saya meninggal dunia. Rasa cinta yang sudah sangat lama tidak saya rasakan. Di keluarga ini saya menemukan peran orang tua. Mama Lema yang tiap pagi sudah menyiapkan makanan untuk anak-anaknya, dan kebiasaan keluarga ini yang jika sarapan harus dilakukan bersama-sama\u201d jelas harunya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\nSelain itu, tinggal di lingkungan dengan mayoritas penduduk non-Muslim menjadi tantangan tersendiri bagi Rahmat. Namun, ia berhasil menemukan cara untuk tetap menjalankan ibadah dengan dukungan dari keluarga sambungnya. Kesulitan ini memperkuat pemahamannya tentang toleransi dan pentingnya keberagaman.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n<strong>Kenangan Tak Terlupakan<\/strong><br \/>\nDi akhir masa magang, Rahmat memberikan kenang-kenangan berupa baju seragam merah marun untuk keluarga sambungnya dan mengajak mereka berfoto di studio. Foto tersebut menjadi simbol dari ikatan yang terjalin selama tiga bulan penuh makna.<br \/>\n\u201cSebagai anak yatim-piatu, kesempatan untuk berfoto bersama keluarga, meskipun bukan keluarga kandung, menjadi momen yang sangat spesial bagi saya,\u201d ungkap Rahmat penuh haru.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\nDesa Todanara tidak hanya memberikan Rahmat pengalaman profesional, tetapi juga mengajarkannya tentang kehidupan, kesederhanaan, dan arti keluarga. Program MSIB Batch 7 ini membuka matanya pada realitas berbeda dan membantunya tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bersyukur.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cFoto tersebut bukan hanya sekadar gambar, tetapi simbol dari rasa terima kasih saya kepada keluarga ini yang telah menganggap saya seperti anak kandung mereka sendiri. Meskipun kami berasal dari latar belakang yang sangat berbeda, ikatan yang terjalin selama tiga bulan ini sangat kuat, dan saya merasa sangat diberkahi bisa memiliki mereka sebagai keluarga baru saya\u201d<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\nKisah Rahmat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tidak takut mengambil langkah besar, keluar dari zona nyaman, dan menjelajahi dunia di luar batas-batas yang selama ini mereka kenal.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-10112\" src=\"https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0005-169x300.jpg\" alt=\"\" width=\"169\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0005-169x300.jpg 169w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0005-576x1024.jpg 576w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0005-768x1365.jpg 768w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0005-864x1536.jpg 864w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0005-1152x2048.jpg 1152w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0005-600x1067.jpg 600w, https:\/\/umgo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250110-WA0005-scaled.jpg 1440w\" sizes=\"(max-width: 169px) 100vw, 169px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus Unggul dan Berkemajuan &#8211; Rahmat W. Mangga, mahasiswa Program Studi Geografi angkatan 2021 Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) ini, telah menceritakan bagaimana perjalanannya mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":10109,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[4,29,167,271],"tags":[729],"class_list":["post-10108","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-geografi","category-news","category-universitas-muhammadiyah-gorontalo","tag-mahasiswamsib-mahasiswageografi-geografiumgo-magangmsib-mbkm-fsik-universitasmuhammadiyahgorontalo-umgo-kampusungguldanberkemajuan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10108"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10108\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10114,"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10108\/revisions\/10114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umgo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}