Kampus Unggul dan Berkemajuan – Suasana semarak menyelimuti halaman Kantor Camat Botumoito saat Bazar dan Monitoring Evaluasi (Monev) Produk Klaster Desa Tapadaa resmi digelar, Selasa pagi (22/4). Acara yang menghadirkan enam klaster desa—Botumoito, Hutamonu, Patoameme, Potanga, Bajo, dan Rumbia—ini menjadi panggung bagi desa untuk menampilkan karya dan produk unggulan mereka.
Berbagai produk seperti olahan pangan lokal, kerajinan tangan, hingga inovasi produk pertanian tampil memukau. Semua itu merupakan hasil dari sinergi ide mahasiswa dengan kearifan lokal masyarakat, yang kemudian dikembangkan dan diproduksi bersama sebagai bentuk nyata program pengabdian dan pemberdayaan.
![]()
Koordinator Desa Tapadaa, Gilang S. Patilima, mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses kreatif ini.
“Kami bangga karena anak-anak muda, khususnya mahasiswa, mampu membaur dengan masyarakat, menggali potensi desa, dan melahirkan ide-ide segar yang kemudian kami olah bersama menjadi produk bernilai jual. Ini bukti bahwa pendidikan tinggi bisa sangat membumi dan bermanfaat langsung,” ungkap Gilang.
Camat Botumoito, Jefri Kaluku menyatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan potensi besar pengembangan ekonomi berbasis desa yang mengedepankan inovasi dan gotong royong untuk itu ia sangat mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan mahaiswa KKD Universitas Muhammadiyah Gorontalo.
“Bazar ini bukan hanya selebrasi hasil, tapi simbol keberhasilan kolaborasi lintas generasi. Mahasiswa membawa ide, masyarakat membawa kearifan, dan hasilnya adalah produk desa yang siap bersaing,” ujar perwakilan Kecamatan Botumoito.
Bukan sekadar bazar biasa, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi langsung dari tim Monev terhadap kualitas produk, inovasi kemasan, dan strategi pemasaran yang diterapkan oleh tiap klaster. Mulai dari produk hasil pertanian, kerajinan lokal, hingga olahan pangan khas, semuanya dipamerkan dengan penuh kebanggaan dan profesionalisme.
Ia juga menambahkan pentingnya peran kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan stakeholder dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan masyarakat bisa menghasilkan geliat ekonomi yang berdampak langsung. Pemerintah kecamatan pun menyatakan siap mendukung penuh pengembangan klaster-klaster desa sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah.
![]()