Kampus Unggul dan Berkemajuan – Komitmen Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Lokakarya Penyusunan Buku Muatan Lokal Burung dan Hutan di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato.
Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Penelitian
dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMGO ini menjadi bagian dari Program Konservasi Julang Sulawesi hasil kolaborasi UMGO, PLN Nusantara Power, dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato.
Lokakarya diikuti kepala sekolah dan guru muatan lokal Sekolah Dasar se-Kecamatan Taluditi. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Kepala Bappeda Kabupaten Pohuwato, Wakil Rektor II UMGO Dr. Salahudin Pakaya, jajaran Dinas Pendidikan, serta tim Program Konservasi Julang Sulawesi.
Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Dr. Salahudin Pakaya, mengatakan bahwa keterlibatan UMGO dalam penyusunan buku tersebut merupakan implementasi nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan daerah.
“Universitas Muhammadiyah Gorontalo terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu tersebut dapat diterapkan dalam menjawab berbagai kebutuhan daerah. Penyusunan Buku Muatan Lokal Burung dan Hutan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi UMGO dalam mendukung pendidikan sekaligus pelestarian lingkungan,” ujar Salahudin.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri menjadi kekuatan penting dalam menghasilkan program yang berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi antara UMGO, Pemerintah Kabupaten Pohuwato, dan PLN Nusantara Power menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan sekaligus mendukung upaya konservasi sumber daya alam,” tambahnya.
Ketua LPPM UMGO sekaligus Ketua Tim Program Konservasi Julang Sulawesi, Indri Afriani Yasin, Ph.D., menjelaskan bahwa buku muatan lokal tersebut disusun untuk memperkenalkan keanekaragaman hayati Pohuwato kepada peserta didik sejak usia dini melalui materi pembelajaran yang kontekstual.
“Hari ini kita tidak sekadar menyusun sebuah buku. Kita sedang membangun fondasi pendidikan konservasi di Kabupaten Pohuwato. Harapannya, Muatan Lokal Burung dan Hutan menjadi inovasi daerah yang mampu membentuk karakter peserta didik sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Inisiatif UMGO tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Arman Mohamad, S.Pd.I., M.Si., menilai kehadiran UMGO melalui program ini merupakan bukti nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Inilah wujud nyata kampus yang hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan daerah,” ungkapnya.
Selama lokakarya berlangsung, para kepala sekolah dan guru memberikan berbagai masukan terkait materi, struktur, serta metode pembelajaran yang akan dimuat dalam Buku Muatan Lokal Burung dan Hutan. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum buku diimplementasikan di sekolah-sekolah dasar di Kabupaten Pohuwato.
Melalui program ini, UMGO kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif membangun kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Penyusunan Buku Muatan Lokal Burung dan Hutan diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pendidikan konservasi sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati Gorontalo.
![]()