Presiden Tambah Rusun UM-Go Tahun Ini

Bagikan

KAMPUS PENCERAHAN – Setelah meninjau kondisi rumah susun (Rusun) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), ditambah luasnya lahan milik UM-Go, Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo berjanji akan menambah satu rusun lagi untuk UM-Go pada tahun ini.

“Jadi, kami sampaikan bahwa rusun ini sangat diperlukan, sehingga Presiden menjanjikan tahun ini akan ditambahkan satu unit lagi untuk UM-Go,” ungkap Rektor UM-Go, dr. Muhammad Isman Jusuf.

Selain luasnya lahan, faktor lain yang membuat Presiden ingin menambah rusun adalah besarnya jumlah mahasiswa baru (Maba) yang diterima UM-Go setiap semester. “Kalau setiap semester 500 mahasiswa, maka tentu satu unit saja tidak cukup, makanya disampaikan kendala itu, sehingga dijanjikan tahun ini akan ditambah satu unit lagi,” terangnya.

Seperti diketahui, rusun ini dibuat dengan tipe 24 setinggi 3 lantai. Adapun jumlah huniannya sebanyak 50 unit, dengan daya tampung hingga 200 orang, yang telah dilengkapi dengan meubelair. Meubelair ini terdiri dari tempat tidur, tempat tidur single, lemari pakaian, meja belajar dan kursi.

“Iya, ada 50 kamar, masing-masing diisi oleh 4 orang. Artinya, rusun ini akan menampung 200 mahasiswa. Sementara UM-Go setiap tahun menerima maba lebih dari 200,” tambah dr. Isman.

Diluar daripada itu, Presiden Jokowi mengaku, sangat gembira melihat rusun yang akan menerapkan sistem boarding school. Dimana seluruh mahasiswa baru (Maba) selama satu tahun penuh akan tinggal di rusun ini. 

Kegiatan pun dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti rusun mahasiswa UM-Go yang bersumber dari APBN, milik Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). 

Perlu diketahui, bahwa tahun 2018 kemarin, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR menganggarkan dana sebesar Rp. 186,98 miliar untuk pembangunan 5 rumah susun (rusun) bagi mahasiswa, salah satunya milik UM-Go. 

Adapun rusun tersebut, yakni rusun Universitas Andalas Padang dengan anggaran Rp. 22,1 miliar, rusun mahasiswa di Jawa Barat sebesar Rp. 44,46 miliar, rusun lanjutan asrama Universitas Gajah Mada sebesar Rp. 84 miliar, rusun mahasiswa di Gorontalo sebesar Rp. 24,9 miliar dan rusun mahasiswa di Manokwari sebesar Rp. 11,52 miliar.

Dengan diresmikannya rusun ini, diharapkan para mahasiswa dari luar daerah, bisa tambah nyaman dalam menimba ilmu. Adapun biaya sewa yang dikenakan kepada mahasiswa, menurut Rektor UM-Go dibuat terjangkau, di bawah rata-rata biaya sewa indekos di sekitar kampus. Sebab, rusun yang dibangun pemerintah di sekitar kampus tidak untuk mencari keuntungan.

“Jadi kami pengelola rusun akan memprioritaskan mahasiswa kurang mampu, tempat tinggalnya jauh dari kampus dan berprestasi. Soal biaya sewa yang dikutip, itu hanya untuk menutup biaya pemeliharaan dan pengelolaan rusun saja,” tutur dr. Isman. 

Ia pun berharap, pasca kunjungan presiden, UM-Go akan lebih dikenal masyarakat, khususnya kalangan nasional. Sebab, dari 4.000 perguruan tinggi di Indonesia, tidak semua bisa dihadiri Presiden. Dan satu-satunya di provinsi Gorontalo adalah UM-Go.

“Ini menjadi hal positif bagi kami, reputasi UM-Go akan terus dipertahankan, sehingga jumlah mahasiswa bisa meningkat, banyak bantuan yang mengalir dan tentu bermanfaat untuk meningkatkan SDM provinsi Gorontalo pada umumnya,” pungkasnya.