logo-1.png
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Kamis kemarin (5/12) mengucapkan, dirgahayu ke 19 untuk provinsi Gorontalo. Ia berharap diperingatan HUT tahun ini, Gorontalo akan menjadi provinsi yang unggul untuk Indonesia berkemajuan. “Dirgahayu ke 19 provinsi Gorontalo. Semoga menjadi provinsi yang unggul untuk Indonesia berkemajuan,” ungkap rektor.

Rektor menilai, 19 tahun perjalanan provinsi Gorontalo sudah banyak mengalami kemajuan yang berarti. Hal itu telah berjalan sejak masa kepemimpinan Tursandi Alwi selaku penjabat Gubernur pertama, Fadel Muhammad, Gusnar Ismail hingga periode pemerintahan Rusli Habibie dan Idris Rahim.

Kemajuan ini tentu berpengaruh terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dimana dalam kurun waktu awal pembentukan provinsi Gorontalo hingga saat ini, IPM tersebut meningkat dari 64,3 poin menjadi 67,71 poin. Demikian pula halnya persentase penduduk miskin yang terus menurun dari 32,13 persen pada tahun 2002 menjadi 15,52 persen pada Maret 2019.

Sementara capaian kinerja pembangunan provinsi Gorontalo selama tahun 2019, diantaranya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi 23 ribu jiwa, pembangunan Rumah Hunian Idaman Rakyat sebanyak 550 unit, serta pembangunan jalan provinsi sepanjang 16,43 kilometer. Di sektor pertanian, pemerintah provinsi Gorontalo juga menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 75 ribu kilogram dan benih padi sebanyak 675 ribu kilogram.

Tak heran jika prestasi ini dihargai oleh pemerintah pusat dengan memberikan sejumlah penghargaan, seperti Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 6 kali berturut-turut dalam pengelolaan keuangan daerah dari Presiden RI, penghargaan Karya Bakti Pramuka, penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan masih banyak lagi penghargaan lainnya yang ditorehkan selama tahun 2019.

Namun demikian, peringatan HUT provinsi Gorontalo ke-19 merupakan wahana retrospektif, introspektif dan prosfektif. Ketiga hal itu merupakan upaya untuk menengok masa lalu sebagai mata rantai sejarah yang sangat bernilai untuk menapaki masa depan, serta sebagai sarana mawas diri untuk terus berusaha dan berupaya merancang sebuah masa depan berdasarkan realita dan dinamika kekinian tanpa melupakan nilai peristiwa bersejarah masa lalu.

Close Menu