Kampus Unggul dan Berkemajuan –
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Gorontalo sukses menyelenggarakan Diskusi Publik perdana dalam rangkaian Pra-Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PRA-PDLH) 1 dengan tema “Darurat Ekologis dan Ketimpangan Sosial di Gorontalo”.
![]()
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) antara WALHI dan Program Pascasarjana Univesitas Muhammadiyah Gorontalo untuk mendukung kolaborasi akademik di bidang riset dan advokasi lingkungan.
Membahas isu ketimpangan dalam pengelolaan hutan dan lahan yang berdampak pada masyarakat kecil dan lingkungan hidup, serta upaya kolektif yang perlu dilakukan oleh berbagai pihak untuk menangani tantangan ini. Acara yang berlangsung di Aula LPPM UMGO, ini menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka, di antaranya Idah Syahidah Rusli Habibie, Wakil Gubernur Gorontalo, Zenzi Suhadi, Direktur Eksekutif WALHI Nasional, Rio Ismail, WALHI Kultural, Terri Repi, Akademisi Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Dafri Sofyan, WALHI Gorontalo.
Diskusi juga dihadiri oleh Alumni WALHI Nasional, mahasiswa, akademisi, aktivis lingkungan, tamu undangan dan pers.
Dalam diskusi tersebut salah satu narasumber, Idah Syahidah Rusli Habibie, Wakil Gubernur Gorontalo, menekankan pentingnya pendekatan berbasis keadilan dalam menghadapi krisis ini. “Tentu kebijakan pemerintah yang akan kita lahirkan nanti akan berpihak pada masyarakat adat dan kelompok rentan lainnya. Kami hadir untuk memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu untuk menghentikan eksploitasi lingkungan,” tegasnya.
![]()
Diskusi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, seperti penguatan regulasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat adat, dan perlindungan wilayah kelola rakyat.
Kolaborasi dengan Program Pascasarjana, momentum diskusi ini dimanfaatkan untuk menandatangani MOA antara WALHI Gorontalo dan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara akademisi dan aktivis dalam riset dan advokasi lingkungan.
![]()
Kepala Divisi Penguatan Kelembagaan WALHI Nasional, Hadi Jatmiko menyatakan bahwa kolaborasi ini akan fokus pada penelitian tentang dampak kerusakan lingkungan terhadap sosial ekonomi masyarakat.
“Kami percaya bahwa sinergi antara dunia akademik dan gerakan lingkungan akan mempercepat langkah menuju solusi yang berbasis data dan adil bagi semua pihak.
Harapan kami melalui kehadiran WALHI dapat menjadi satu mitra klinik bagi pemerintah kedepannya akan lebih banyak membangun dan mendorong dalam mengantisipasi darurat ekologis dan menjadikan isi-isu lingkungan menjasii prespektif
dibidang keilmuan UMGO,” katanya.
Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana UMGO, Dr. Afran A. Tilome, M.HI., menyambut baik kerja sama ini. “Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut serta dalam upaya penyelamatan lingkungan. MOA ini akan membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk berkontribusi melalui penelitian dan pengabdian masyarakat,” ujarnya.
Terarkhir, Ketua LPPM UMGO, Dr. Indri Afriani Yasin, Ph.D., mengucapkan terimaksih mewakili Rektor UMGO atas kepercayaannya kepada UMGO sebagai tuan rumah kegiatan ini tentu ini sebagai bentuk kontkrik bahwa UMGO peduli akan isu-isu lingkungan yang ada dan siap menjadi pelopor dalam menuntaskan masalah lingkungan tersebut.
“Ucapan terima kasih dari rektor kepada teman-teman WALHI karena memilih UMGO sebagai tempat melakukan kegiatan ini untuk berdiskusi, ini menjadi kebanggan kami Alhamdulillah WALHI bisa ada di Gorontalo semoga mendapatkan keberkahan dan isu-isu lingkungan akan semakin terselesaikan. Kita kolaborasi bersama karena kami sadari peran universitas dalam isu lingkungan menjadi isu sangat penting apalagi bagi umgo, karena kami memiliki beberapa prodi terkait itu dan pemanfaatan masyarakat yang fokus terkait hal tersebut dan harapan kami melalui diskusi ini dapat memberikan rekomendasi kongrit dalam pengelolaan sumber daya alama provinsi Gorontalo,” Harapnya.
Acara ini diakhiri dengan deklarasi komitmen bersama untuk memperjuangkan lingkungan yang sehat dan berkeadilan di Gorontalo. WALHI Gorontalo berharap bahwa diskusi dan kolaborasi ini menjadi awal dari langkah nyata untuk mengatasi darurat ekologis dan ketimpangan sosial di daerah tersebut.
![]()