Kampus Unggul dan Berkemajuan – Pembukaan Milad Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) ke-17 berlangsung meriah dalam balutan UMGO Expo 2025, yang secara istimewa dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UMGO dan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pada Kamis (19/6).
Kerja sama ini berfokus pada penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa dan sastra, khususnya bahasa Indonesia dan bahasa daerah di wilayah Gorontalo. Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam melestarikan warisan linguistik dan budaya daerah, dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusia kedua belah pihak.
Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, menyambut positif kolaborasi ini.
“Kerja sama ini adalah bentuk komitmen UMGO untuk hadir aktif dalam pelestarian bahasa dan sastra lokal. Melalui sinergi ini, kami berharap UMGO tak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat peradaban yang peduli akan identitas kebudayaan,” ungkapnya.
![]()
Senada dengan itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum., mengapresiasi langkah progresif UMGO dalam mendukung program pelindungan bahasa.
“Kami melihat UMGO sebagai mitra strategis dalam mendekatkan program-program pembinaan bahasa kepada masyarakat, khususnya generasi muda kampus. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat posisi bahasa daerah sebagai bagian penting dari jati diri bangsa,” ujarnya.
![]()
MoU ini menjadi tonggak awal dari berbagai program kolaboratif yang akan dijalankan, termasuk pelatihan kebahasaan, penelitian kolaboratif, hingga pengarsipan sastra lisan daerah. Kedua pihak menegaskan komitmennya untuk saling mendukung dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas berdasarkan prinsip saling membantu dan saling menguntungkan.
Dengan semangat Milad ke-17, UMGO terus menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang bukan hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga warisan budaya bangsa.