Dekan FKIP UMGO, Prof. Dr. Abd. Hamid Isa, M.Pd., Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UNG

Kampus Unggul dan Berkemajuan – Dalam sebuah seremoni yang penuh khidmat di Auditorium UNG, Selasa (24/06/2025), sebanyak 11 dosen dari berbagai disiplin ilmu resmi dikukuhkan sebagai guru besar melalui Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar dan Orasi Ilmiah.

Pengukuhan 11 guru besar di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi momen istimewa tidak hanya bagi institusi UNG, tetapi juga bagi Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO). Salah satu sosok yang turut dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka tersebut adalah Prof. Dr. Abd. Hamid Isa, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMGO.

 

 11 Guru Besar, 5 Fakultas, Satu Komitmen: Membangun Negeri

Berikut daftar guru besar baru UNG yang dikukuhkan:

 

Prof. Dr. Sastro Mustapa Wantu, M.Si. – Administrasi Publik (FIS)

Prof. Dr. Lukman Abdul Rauf Laliyo, S.Pd., M.Pd., MM. – Teknologi Pendidikan (FMIPA)

Prof. Dr. Dewi Wahyuni K. Baderan, S.Pd., M.Si. – Ekologi & Biodiversitas (FMIPA)

Prof. Dr. Netty Ino Ischak, M.Kes. – Ilmu Kesehatan (FMIPA)

Prof. Dr. Nurdin, S.P., M.Si. – Survei Tanah & Evaluasi Lahan (Faperta)

Prof. Dr. Sukirman Rahim, S.Pd., M.Si. – Konservasi Hayati (FMIPA)

Prof. Dr. Sunarty Suly Eraku, S.Pd., M.Pd. – Geografi Pariwisata (FMIPA)

Prof. Dr. Abd. Hamid Isa, M.Pd. – Model Pembelajaran Pendidikan Masyarakat (FIP)

Prof. Dr. Fitryane Lihawa, M.Si. – Pengelolaan DAS dan Lahan (FMIPA)

Prof. Dr. rer. nat. Mohamad Jahja, S.Si., M.Si. – Fisika Material Organik (FMIPA)

Prof. Dr. Ismail Djakaria, M.Si. – Analisis Runtun Waktu (FMIPA)

 

Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, MT.IPM, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa gelar profesor merupakan hasil dari proses panjang, penuh dedikasi, serta konsistensi dalam membangun ilmu pengetahuan.

 

“Hari ini kita kukuhkan 11 guru besar melalui orasi ilmiah. Ini bukan pencapaian yang datang secara tiba-tiba, tapi hasil dari kerja keras bertahun-tahun. Saat ini, dari lebih 1.000 dosen, UNG telah memiliki 71 guru besar. Dan jumlah ini akan terus bertambah,” ujarnya penuh semangat.

 

Lebih dari sekadar seremoni, pengukuhan ini menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan akademik. Menurut Prof. Eduart, capaian ini harus dimaknai sebagai panggilan untuk memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat dan bangsa.

 

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Hamid mengangkat tema Model Pembelajaran Pendidikan Masyarakat, sebuah bidang yang telah ia tekuni selama lebih dari dua dekade. Kontribusinya dalam pengembangan model pendidikan berbasis komunitas di kawasan Timur Indonesia, khususnya Gorontalo, menjadi alasan kuat di balik pengukuhan gelar akademik tertinggi ini.

 

Penghargaan ini menegaskan peran penting Prof. Hamid tak hanya sebagai dosen dan dekan, tetapi juga sebagai pemikir dan praktisi pendidikan yang berdedikasi pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pembelajaran.

 

Rektor UMGO, Prof. Dr. H. Abd Kadim Masaong, M.Pd., turut menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

 

“UMGO patut bersyukur atas pencapaian Prof. Hamid. Gelar guru besar ini adalah bentuk pengakuan atas dedikasi beliau dalam dunia pendidikan. Semoga ini menjadi semangat baru bagi seluruh sivitas akademika UMGO, khususnya FKIP, untuk terus berkarya dan mengabdi bagi masyarakat,” ujar Rektor dalam sambutannya.

 

Kehadiran Prof. Hamid sebagai guru besar tidak hanya memperkuat kolaborasi akademik antara UMGO dan UNG, tetapi juga menjadi simbol sinergi dua institusi pendidikan tinggi dalam mendorong kemajuan pendidikan di wilayah timur Indonesia.