Bumi Dapat Hadiah dari Mahasiswa: Mapala Mohuyula Gelar Aksi Lingkungan di Bantaran Sungai Hutuo

Kampus Unggul dan Berkemajuan  — Di tengah hiruk-pikuk peradaban yang kian sibuk, sekelompok mahasiswa dari Mapala Mohuyula Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) justru memilih berhenti sejenak… untuk mendengar suara bumi.

 

Mengusung tema “Bumi untuk Kita, Kita untuk Bumi — One Action, One Change”, Mapala Mohuyula menggelar aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup.

 

Kegiatan berupa penanaman pohon dan bersih-bersih sampah digelar di Bantaran Sungai Hutuo, Sabtu 21 Juni 2025 pagi.

Dalam balutan semangat dan keringat, para mahasiswa tak sekadar menanam pohon atau memungut sampah plastik, tapi menanam harapan dan memungut kesadaran: bahwa bumi sedang menunggu uluran tangan anak-anak muda seperti mereka.

 

Wakil Rektor II UMGO, Dr. Salahudin Pakaya, tak menyembunyikan rasa bangganya.

 

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Mapala Mohuyula ini. Mereka ingin menyelamatkan banyak masyarakat, terutama generasi berikut. Ini bukan hanya tentang sungai, tapi keselamatan lingkungan Gorontalo karena muara sungai ini mengalir hingga ke danau,” ujar beliau saat diwawancarai. “Sampah plastik sangat banyak di sini.

 

Mudah-mudahan masyarakat akan sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai.”

Yang menarik, aksi ini bukan kegiatan seremonial belaka. Mapala Mohuyula benar-benar merangkul pemerintah Kabupaten Gorontalo dan masyarakat sekitar, menciptakan harmoni antara mahasiswa, pejabat, dan warga dalam satu misi: menjaga ibu bumi.

 

Asisten III Administrasi Umum Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Suparto Tome, dikutip dari Kronologi.id, juga menyatakan dukungannya.

 

“Ini bukti nyata kontribusi generasi muda. Pemerintah Kabupaten Gorontalo sangat mengapresiasi inisiatif lingkungan dari Mapala Mohuyula. Ini bukan hanya kegiatan, tapi warisan nilai,” ungkapnya.

 

Langit DAS Hutuo hari itu mungkin mendung, tapi semangat para mahasiswa Mapala Mohuyula menyinari bumi dengan cara mereka sendiri.

 

Dan jika benar satu aksi bisa membawa satu perubahan, maka langkah kecil di tepi sungai hari ini bisa jadi awal dari arus perubahan besar esok hari.