KAMPUS PENCERAHAN – Jum’at kemarin (6/9), Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf menghadiri pertemuan masa ta’aruf mahasiswa baru (Maba) D2 Bahasa Arab, tahun akademik 2019-2020, Ma’had Husain Bin Ali, UM-Go. Saat itu Rektor telihat sangat bahagia, melihat perkembangan mahasiswa yang sangat tertarik dengan bahasa Arab.
“Saya sangat bahagia, karena dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa D2 bahasa Arab di Ma’had Husain bin Ali cenderung meningkat. Ini menunjukkan bahwa minat untuk studi bahasa Arab semakin meningkat,” ungkapnya saat memberikan sambutan.
Hal ini penting, mengingat masyarakat Gorontalo adalah mayoritas muslim, yang perlu menguasai Bahasa Arab. “Kenapa perlu menguasai bahasa Arab. Karena pedoman hidup kita, yakni Al-Qur’an berbahasa Arab. Jadi berbahagialah anda yang tergerak hatinya untuk mengambil program ini,” terang Rektor. Dengan menguasai bahasa arab, maka isi dari pada Al-Qur’an bisa dipahami. Dan yang terpenting, kata Rektor, ilmu ini dapat diajarkan kepada orang lain dan mengamalkannya.
Seperti diketahui, kampus pencerahan UM-Go sangat terkenal dengan dua (2) bahasanya, yakni Inggris dan Arab. Iya, semua program studi (Prodi) di kampus ini memiliki mata kuliah wajib berbahasa Inggris dan Arab. Bahkan mata kuliah ini berjenjang ditiap semesternya. Satuan Kredit Semester (SKS)-nya pun lebih banyak dibandingkan kampus lain. “Di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) saja, ada mata kuliah pendidikan bahasa Inggris 1-4. Begitu juga dengan bahasa Arab 1-4,” tukas Rektor.
Dan apa yang dilakukan UM-Go bukan sekedar ikut-ikutan. Sebab, bagi Rektor, penguasaan berbahasa ini sudah menjadi kebutuhan generasi muslim ilmiah. Ditambah lagi, peluang lapangan kerja setelah lulus di prodi ini sangat luas, salah satunya studi ke timur tengah. “Pasca kedatangan Raja Arab ke Indonesia, banyak sekali beasiswa-beasiswa yang ditawarkan pemerintah saudi Arabia. Namun untuk medapatkan beasiswa ini, dasarnya harus mengetahui bahasa Arab, untuk bisa berkomunikasi, berdiskusi, berdiplomasi dengan orang-orng yang ada di timur tengah,” tambahnya.
Apalagi, Ma’had Husain Bin Ali dibawah naungan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF), yakni sebuah yayasan bertaraf nasional, terdaftar resmi di Kemenkumham RI yang memiliki jaringan nasional dan internasional, bergerak di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. “AMCF adalah lembaga donor yang ada di Dubai. Oleh karenanya, kita berharap para mahasiswa ini bisa menyelesaikan studi D2 Bahasa Arab dan lanjut S1 ke Sastra Arab di FIB UM-Go. Nantinya kalian bakal memiliki dua sertifikat, yakni ijazah D2 Bahasa Arab dan S1 Sastra Arab,” pungkasnya.