KAMPUS PENCERAHAN – Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) peserta Bakti Sosial tahun 2019, Jum’at kemarin (11/10), dilepas langsung Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf. Saat itu rektor didampingi langsung Wakil Rektor I, Prof. Moon Hidayati Otoluwa, Wakil Rektor IV, Munkizul Umam Kau dan Dekan FST, Dr. Talha Dangkua.
Para mahasiswa ini akan melaksanakan baksos selama tiga (3) hari di kabupaten Gorontalo (Kabgor), kecamatan Mootilango, desa Pilomonu. “Kemarin saya telah melepas peserta baksos dari fakultas hukum yang akan menuju kabupaten Gorontalo Utara, kecamatan Monano dan beberapa fakultas yang akan melaksanakan kegiatan yang sama di tempat yang berbeda,” ungkap rektor.
Tentu ini merupakan bagian dari upaya menunjukkan kepedulian mahasiswa kepada masyarakat seperti halnya tema yang diangkat, Loyalitas dan Solidaritas Mengabdi untuk Masyarakat. Dari tema ini, kata rektor, ada 3 kata kunci yang perlu diperhatikan, yakni loyalitas, solidaritas dan mengabdi.
“Loyalitas, tentu kita berharap mahasiswa loyal kepada kampus, menjaga nama baik almamater dan usahakan disetiap kegiatannya selalu menggunakan seragam kampus untuk menunjukkan loyalitasnya. Hal ini juga akan berdampak pada promosi dan sosialisasi kampus kepada masyarakat,” terangnya.
Kemudian solidaritas. Jadi, tambah rektor, keberadaan peserta baksos di desa Pilomonu bukan untuk selfie-selfie, tetapi menunjukkan solidaritas, empati dan simpati kepada masyarakat. Seperti membersihkan masjid-masjid, lingkungan, bahkan mungkin hal-hal yang lebih daripada itu, misalnya, mahasiswa FST program studi (Prodi) sistem informasi, dapat memberikan penyuluhan mengenai internet yang sehat atau anti hoax kepada masyarakat.
Tak hanya prodi sistem informasi, prodi geografi juga penting memberikan penyuluhan mengenai bank sampah, pemanfaatan limbah menjadi sumber energi dan lain sebagainya. “Jadi pengetahuan yang didapatkan dibangku kuliah harus diterapkan dikehidupan nyata,” tambahnya.
Terkahir, mengabdi. Mengabdi disini artinya dalam bentuk kegiatan yang nyata, yakni amaliah. Seperti diketahui, peserta baksos FST sebelumnya
pernah menyumbang sejumlah bantuan kepada panti asuhan dilokasi tempat mereka mengabdi. “Tahun ini saya harap hal yang sama juga dilakukan para mahasiswa FST,” tutup rektor.