Dialog Tani dengan Masyarakat, Plt. Bupati Anas : Sektor Pertanian Harus Diperhatikan

 

 

Kampus Pencerahan – Dalam pelaksanaan Festival Kampung Tani yang merupakan event yang pertama diadakan di Desa Jatimulya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo dirangkaikan dengan Dialog Interaktif antara pemerintah daerah dan masyarakat Tani, pada Sabtu (25/09/2021).

Dialog inilah yang dinanti-nantikan oleh masyarakat tani Jatimulya sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, dan saran untuk perkembangan pertanian khususnya Desa Jatimulya yang disambut baik juga oleh Pemerintah Desa dan jajarannya.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Jatimulya ini, dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Kabuapten Boalemo, Kadis Pertanian, Kadis Pangan, Camat, Kepala Desa, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UMGO, dan perwakilan kelompok-kelompok tani yang merupakan masyarakat Desa Jatimulya, dan mahasiswa KKD UMGO.

“Dialog inilah yang menjadi substansi masyarakat petani dalam rangka yang pertama, bagaimana pasca panen bisa tersalurkan dengan harga yang wajar. Dan setelah dialog tadi saya langsung telfon Gubernur untuk memberitahukan kondisi yang ada,”Ungkap Plt. Bupati Boalemo,

Selanjutnya, ia mengatakan selain masalah produksi masyarakat juga meminta penanganan infrastuktur jalan usaha tani dan itu akan ia priotaskan tahun depan termasuk jembatan.

“Kalau untuk memperbaiki harga produksi saya juga sudah berbicara dengan dinas terkait agar produksi hasil pertanian di Wonosari dapat tersalurkan melalui BPNT atau Bantuan Pangan Non-Tunai, selain itu juga masyarakat mengajukan permohonan-permohonan bantuan bibit pohon untuk ditanam dan diolah oleh masyarakat,”Jelasnya.

Bahkan setelah dialog berlangsung, Plt. Bupati Anas memberikan bantuan uang tunai kepada kelompok Dasawisma untuk pembelian bibit pohon sebagaimana yang dimintakan saat pelaksanaan dialog.

Plt. Bupati juga menyebutkan Pertanian ini sebagai penyumbang terbesar untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) oleh karena itu sebagai pimpinan daerah, sektor pertanian harus kita perhatikan dan kembangkan di Kabupaten Boalemo. Dengan memberikan perhatian dan pemberian edukasi, agar tidak ada lagi anak-anak muda atau millenial untuk tidak menjadi petani hanya karena merasa malu atau tidak lihai dibidang tersebut.

“Kita harus perbaiki regulasi yang ada sehingga tetap lebih berpihak kepada petani, lalu kita dukung perbaikan kualitas dimana saya sudah sampaikan akan ada bantuan bagaimana untuk memperbaiki mesin-mesin gilingan sehingga kedepan kualitas hasil tani dapat terjamin dan terkahir bagaimana kita bisa memberikan informasi kepada kaum millenial untuk bertani yang lebih menjanjikan seperti menanam porang, aren hingga Durian yang memiki daya jual yang relatif tinggi,”Pintanya.

Sementara itu, salah satu masyarakat yang berprofesi petani Agus PU (43) menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan anak-anak KKD UMGO ini, karena bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional yang bisa menghadirkan Bapak Bupati Boalemo yang memiliki kegiatan yang sangat padat.

“Tapi adik-adik mahasiswa sangat luar biasa, bisa menghadirkan beliau untuk ketemu dengan kita masyarakat. Keuntungan kami bisa bertemu langsung dengan Bupati dan menyampaikan langsung aspirasi-aspirasi kami para petani dan apa yang kami inginkan untuk perkembangan pertanian,”Tutupnya.