Mahasiswi KKD UMGO, Berikan Pelatihan kepada Ibu-ibu Dasawisma

Kampus Pencerahan – Wujud pengabdian kepada masyarakat, Mahasiswi Sistem Informasi (SI) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) berikan pelatihan pembuatan Pupuk Organik “Keranjang Takakura”, kepada sejumlah Ibu-ibu Dasawisma Desa Jatimulya.

Desa Jatimulya merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo dimana di desa ini mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani yang tentu saja tidak pernah lepas dari pemanfaatan pupuk atau kompos.

“Melihat potensi dan profesi masyarakat sebagai petani, maka lahir ide dari kami untuk membuat Pelatihan Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik dengan metode Keranjang Takakura dan sasaran kami adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk bisa mengelola sampah menjadi sesuatu yang berguna atau bahkan dapat menghasilkan rupiah,” Terang Widya, usai memberikan pelatihan pada Kamis (14/10/2021).

Mahasiswi UMGO mempraktekkan langsung cara pembuatan pupuk kompos dihadapan ibu-ibu Dasawisma Desa Jatimulya

Meskipun bukan berasal dari jurusan Pertanian, Widya mengaku cukup memiliki bekal untuk memberikan materi tersebut berangkat dari pengalamannya saat menjadi Duta Sanitasi Kabupaten Gorontalo tahun 2014 dan Ketua Green Comunity di SMA 1 Limboto 3 tahun silam.

“Di Indonesia masalah lingkungan yang tiada akhirnya adalah sampah, termasuk sampah organik yang dihasilkan oleh limbah rumah tangga dan pasar. Dengan kondisi seperti itu tentunya sangatlah disayangkan apabila sampah-sampah tersebut hanya dibuang sia-sia dan tidak diolah dengan benar sehingga akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan,”Jelasnya.

“Sehingga keranjang Takakura merupakan solusi praktis pengelolaan sampah organik yang dapat dibuat dengan mudah dan cara pengoperasian yang relatif sederhana. Keranjang Takakura merupakan media pengolah sampah organik yang dapat mengkonversi sampah organik menjadi pupuk kompos dengan prinsip kerja fermentasi. Komponen Keranjang Takakura terdiri dari keranjang plastik yang berlubang dengan bagian dalam dilapisi dengan kardus, arang sekam, kain hitam, dan pupuk kompos jadi,”Tambahnya.

Pentingnya pelatihan ini juga dirasakan langsung oleh peserta pelatihan, yang dalam hal ini di wakili oleh anggota Dasawisma kelompok Dusun 3, Ibu Ismiatun yang saat diwawancarai mengatakan pelatihan ini sangat bagus dan bermanfaat.

“Pelatihan Keranjang Takakura yang disosialisasikan oleh mahasiswa KKD UMGO sangatlah bagus. Dimana ini bertujuan untuk mengurangi limbah sampah organik yang dihasilkan oleh sampah rumah tangga, sehingga sisa-sisa makanan dapat dimanfaatkan kembali dan cara pembuatannya sangat praktis dan tanpa mengeluarkan biaya,”Terangnya.

Ibu-ibu Dasawisma Desa Jatimulya saat menerima materi dari mahasiwi Universitas Muhammadiyah Gorontalo tentang pembuatan pupuk kompos organik

Untuk itu ia sangat berterimakasih kepada mahasiswa UMGO, karena menurutnya ilmu tersebut sangatlah berharga dan bisa didapatkan secara gratis sehingga kedepan masyarakat dapat menerapkan apa yang telah diajarkan adik-adik mahasiswa bahkan siapa tau ada dari kita bisa menjadi pengusaha kompos.

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com