Kampus Pencerahan – Prodi sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo menyelenggarakan pencanangan program kebidanan komplementer.

Kegiatan ini berlangsung di Puskesmas Tibawa, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo pada Jum’at (21/01/2022) yang dihadiri oleh Kaprodi Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabgor, Kepala Puskesmas dan stakeholder dan mahasiswa magang pendidikan profesi kebidanan UMGO.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada puskesmas tibawa yang telah mensuport kami dalam pelaksanaan pencanangan program kebidanan komplementer. Ini merupakan hal yang baru dan menjadi salah satu penciri prodi kebidanan dan profesi bidan,”terang, Kaprodi Kebidanan
Dwi Nur Octaviani Katili, S.ST. M.Keb.

Ia juga berharap, dikesempatan selanjutnya kerjasama yang telah dibangun baik dengan puskesmas tibawa dan dinkes kabgor, bisa terus berlanjut dan dapat terus didukung sehingga apa yang telah ditargetkan dapat dicapai.

Sementara itu, Kepala Pusksesmas Tibawa, H. Hendra Tuna, S.KM.,M.Kes., mengaku bersyukur karena puskesmas tibawa dipercayakan untuk tempat pelaksanaan pencangan program kebidanan komplementer.

“Tentu kami bersyukur dan merasa senang sekaligus sangat mendukung program ini, karena pelayanan ini merupakan pelayanan untuk masyarakat apalagi ini berbasis tradisional, dimana program ini dapat menjadi pilihan untuk mengurangi Intervensi medis pada saat kehamilan, pada saat persalinan dan pada saat Nifas ditambah dengan metode tradisonal,”Jelasnya.

Terakhir, Sekretaris dinas kesehatan Syukri Dawali, AMKL., mengatakan apa yang dilakukan UMGO ini sangat tepat, yakni kebidanan komplementer karena melihat masyarakat Gorontalo yang selama ini selalu mengandalkan cara tradisional dalam pengobatan medis oleh karena itu program tersebut sangat cocok untuk dicanangkan.

“Jadi bisa kita lihat sasaran dari prodi Kebidanan sangat tepat, karena saat ini kita fokus ke penanganan 1000 hari pertama kehidupan. Karena jika kita berhasil menjalankan hal itu maka kita dapat megatasi masalah-masalah yang ada seperti penurunan stunting dll,”tutupnya.

Close Menu