
Kampus Unggul dan Berkemajuan –
Tiga Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN KI) angkatan 8 tahun 2023 yang di selenggarakan di Malaysia melakukan edukasi kepada Siswa di Sanggar Bimbingan Muallim mengenai pemanfaatan kembali barang-barang bekas dengan metode upcycle guna mengurangi timbunan sampah di lingkungan sekitar.

Tiga mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN KI) tersebut ialah, Aslinda Syamsu berasal dari Universitas Muhammadiyah Sidrap jurusan teknologi pendidikan, Putri Sarli Lapananda merupakan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Gorontalo jurusan Psikologi dan Witriyani mahasiswi Universitas muhammadiyah Ponorogo jurusan ekonomi pembangunan.
Dengan adanya permasalahan sampah, dibutuhkan suatu upaya edukasi untuk menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
“Anak-anak yang memiliki kreativitas yang tinggi sangat bermanfaat pada perkembangan kecerdasaan anak-anak dengan kreativitas, mereka bisa memiliki pondasi untuk berpikir, lebih baik, bisa lebih produktif, serta kesempatan untuk menemukan berbagai hal baru salah satunya dengan belajar pengelolaan sampah yang baik,”ungkap salah satu peserta KKN KI, yang merupakan mahasiswa Psikologi UMGO, Putri Sarli Lapananda.

Lanjutnya, penerapan Ekonomi kreatif dapat memberikan nilai tambah suatu barang melalui kreativitas dan inovasi untuk menggerakkan ekonomi. Sampah merupakan barang yang secara ekonomis sudah tidak bernilai yang dihasilkan oleh kegiatan manusia ataupun dari alam sehingga tidak mempunyai nilai manfaat. Namun sampah ini akan mempunyai manfaat kembali jika didaur ulang dengan sentuhan kreatif dan mengubahnya menjadi barang yang bernilai guna serta bernilai ekonomi.
“Maka pada hari kamis tanggal 3 Agustus 2023, kami melakukan program kerja penerapan ekonomi kreatif di Sanggar Bimbingan Muallim contohnya membuat tempat pensil dari bahan bekas seperti botol bekas. Tempat pensil ini berfungsi untuk menyimpan pensil di rumah maupun di sanggar, Dan botol adalah suatu barang yang di gunakan sebagai bahan yang mengemas dari suatu produk minuman. Membuat tempat pensil dari botol bekas karena mudah ditemukan dimana kegiatan ini didahului dengab memberikan edukasi kepada para siswa,” tandasnya.
Kemudian, Witriyani mahasiswi Universitas muhammadiyah Ponorogo jurusan ekonomi pembangunan mengatakan tujuan melakukan kegiatan ini agar dapat memberikan wawasan dan pengalaman pada murid Sanggar Bimbingan Mualim cara mendaur ulang sampah, dengan menggunakan kembali bahan bekas yang tadinya tidak berguna dan hanya menjadi sampah dapat di sulap menjadi barang yang berguna, indah, dan memiliki nilai ekonomis atau nilai jual.
“Contohnya, mengelola limbah seperti botol menjadi tempat pensil yang cantik dan dapat di jual kembali. Banyak kegunaan dan kelebihan dari mengolah barang bekas seperti botol, yaitu dapat mengurangi tingkat kebanjiran dikarnakan limbah plastik yang sangat sulit terurai dan akan membutuhkan waktu hingga puluhan tahun lamanya. Dengan adanya program kerja ekonomi kreatif ini bisa membantu anak-anak SB Muallim mengetahui dan menambah kreativitas dari pemanfaatan barang bekas menjadi bahan yang bisa menjadi barang yang bernilai ekonomi,” tutupnya.