Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Direktur UPT Perencanaan, Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Rusli Idji menargetkan pembangunan rektorat baru UM-Go akan rampung paling lambat Januari tahun 2020. Sebab saat ini progres pembangunan rektorat baru mencapai 45 persen. Hal ini, kata Rusli, terkendala oleh beberapa kegiatan, yakni instalasi listrik dan air.

Menurut Rusli, instalasi listrik untuk rektorat ini harus menggunakan daya tersendiri. Dan sesuai hasil kajiannya, daya yang dibutuhkan berkisar hingga 70 ribu kilowatt. Untuk instalasi air, kata Rusli, juga sudah dibicarakan dengan para teknisi dan harus menggunakan instalasi tersendiri.

Sejauh ini, proses pembangunan gedung rektorat baru sudah masuk pada tahapan pembuatan plafon dan tegel. Oleh karenanya, Rusli meminta kepada sejumlah pihak yang berada di gedung rektorat lama, untuk bersiap-siap mengatur ruangannya di gedung rektorat baru. “25 November semua harus sudah pindah, sehingga pada soft opening 28 November nanti sudah kelihatan pemanfaatannya, baik gedung lama maupun yang baru,” ungkap Rusli.

Termasuk Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS), yang juga diharapkan pindah ke lokasinya yang baru. Sebab, 3 gedung yang berada di FEIS akan segera dirobohkan untuk pendirian gapura dan pengerasan jalan menuju rektorat baru. “Pemerintah kabupaten Gorontalo (Kabgor) sudah siap untuk mengaspal jalan dari depan FEIS hingga ke rektorat. Hal ini bahkan ditegaskan langsung Bupati, agar para undangan di soft opening nanti sudah bisa memanfaatkan jalan tersebut,” pungkasnya.

Close Menu