logo-1.png
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf bersama sejumlah pimpinan kampus, Hari Ini (21/01/2020), melaksanakan ziarah ke makam dua (2) tokoh pejuang komite duabelas (12) yang telah berjasa dalam gerakan patriotik 23 Januari 1942 di Gorontalo. Makam 2 tokoh ini berada di kecamatan Suwawa, kabupaten Bone Bolango, provinsi Gorontalo.

Mereka adalah H. Nani Wartabone dan Oetina Hala Boeloeati. Nani Wartabone adalah ketua komite 12 yang memimpin gerakan patriotik 23 Januari sekaligus menyampaikan pidato proklamasi kemerdekaan Indonesia dalam rapat umum yang dihadiri seluruh rakyat Gorontalo. “Sungguh peristiwa yang sangat menggugah semangat nasionalisme sebagai satu bangsa,” ungkap rektor.

Sementara Oetina Hala Boeloeati adalah sekretaris komite 12 yang menaiki tiang bendera di kantor pos untuk menurunkan bendera Belanda Merah Putih Biru, merobek bendera warna biru dan menaikkan bendera merah putih di tiang bendera. Kain warna biru ditulisi “Indonesia Berparlemen”. “Sungguh suatu tindakan yang sangat heroik,” tambahnya.

Bagi UM-Go, kedua pahlawan ini tidak dapat dipisahkan dengan Muhammadiyah. Khususnya Nani Wartabone yang dalam perjalanannya mendirikan sekolah desa Muhammadiyah di Suwawa dan koperasi Muhammadiyah di Gorontalo. Peran beliau pun tidak dapat dipisahkan dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta cabang Gorontalo dan Universitas Islam Gorontalo (UIG), yang menjadi cikal bakal IAIN Sultan Amai sekarang. Kedua universitas ini merupakan perguruan tinggi swasta pertama di daerah Gorontalo.

Sebagai bentuk apresiasi kepada Nani Wartabone atas perhatiannya terhadap perguruan tinggi di Gorontalo, maka UM-Go pada peringatan hari patriotik 23 Januari tahun 2017 yang lalu telah memberi penghargaan kepada Nani Wartabone dengan menyematkan nama beliau menjadi nama kafilah kepanduan Hizbul Wathon, kampus UM-Go.

“Semoga jasa dan perjuangan kedua beliau menjadi amal sholeh dan diterima di sisi Allah SWT.
Semoga kita semua dapat meneladani pengorbanan mereka sekaligus melanjutkan perjuangan mewujudkan Indonesia maju,” tutup rektor.

Close Menu