Posisi 3 Terendah Serap LPDP, UM-Go Siasati MoU Dengan Mata Garuda

KAMPUS PENCERAHAN – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf mengungkapkan, bahwa daya serap masyarakat
untuk beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di provinsi Gorontalo masih sangat rendah. Hal ini menempatkan provinsi Gorontalo sebagai daerah pada posisi tiga (3) terendah di seluruh Indonesia.

Oleh karenanya, dalam meningkatkan partisipasi beasiswa LPDP di Gorontalo, rektor UM-Go menjelaskan beberapa poin penting. Salah satunya sosialisasi seperti halnya seminar beasiswa LPDP yang dilaksanakan, Jum’at (17/01/2020), di gedung serbaguna David Bobihue Akib, UM-Go. “Harus kita tingkatkan partisipasi beasiswa LPDP di Gorontalo. Hari ini adalah upaya memperkenalkan apa itu LPDP,” ungkap rektor dalam sambutannya.

Setelah sosialisasi, lanjut rektor, pihak kampus maupun komunitas yang terlibat di dalamnya harus melakukan action. Seperti menindaklanjuti MoU dan lain sebagainya. Oleh UM-Go peluang ini dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan menggandeng Mata Garuda selaku komunitas yang anggotanya terdiri dari alumni LPDP.

“Kita ingin mata garuda mendampingi UM-Go, khususnya dalam melatih mahasiswa untuk bisa lolos beasiswa LPDP. Persyaratannya memang sederhana, tapi untuk bisa lolos sangatlah ketat. Oleh karenanya dalam kerjasama ini mata garuda akan mengajarkan tips and trick, baik dalam menyusun CV atau riwayat hidup, maupun membuat essay dalam menulis permohonan,” terang rektor.

Cara menyusun CV, kata rektor, tidak boleh sembarangan. Sebab dapat diketahui yang bersangkutan layak atau tidak. Begitupun dengan menulis sebuah permohonan. Dalam permohonan ini dapat diketahui kapasitas penulis untuk memperoleh beasiswa. “Lewat MoU ini mata garuda akan melakukan pendampingan kepada mahasiswa agar bisa lolos LPDP. Termasuk mereka para alumni UM-Go,” tambahnya.

Perlu diketahui, bahwa seminar beasiswa LPDP tahun 2020 ini merupakan bentuk kerjasama UM-Go dengan Mata Garuda. Dimana LPDP merupakan beasiswa scholarship yang diberikan oleh negara lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada warga negara yang hendak studi lanjut, baik S2 ataupun S3, di dalam maupun luar negeri.

Adapun empat (4) narasumber Mata Garuda yang terlibat dalam seminar ini merupakan alumni LPDP. Masing-masing telah menyelesaikan studi di perguruan tinggi University of New South Wales (NSW) Australia, Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com