KAMPUS PENCERAHAN – Kegiatan milad Mapala Mohuyula ke IX Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go) berlangsung sangat menarik. Diantara kegiatannya banyak mengunggah perhatian masyarakat kampus. Seperti diskusi lingkungan yang disampaikan oleh Wakil Rektor III, Bidang Riset, Pengembangan dan Kerjasama, Dr. Hasim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo (Kabgor) dan Jaringan Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda).
Kegiatan lain juga diisi dengan silaturahmi antar Mapala, Kelompok Pecinta Alam se Gorontalo dan beberapa dari Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Utara (Sulut). Saat dikonfirmasi, Wakil Rektor IV, Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), Dr. Munkizul Umam Kau mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Selaku pimpinan UM-Go, kami mengarahkan Mapala Mohuyula UM-Go agar menjadi kelompok Mapala yang mengajak masyarakat mencintai alam sebagai bagian dari bentuk kesalehan. Iya, kami berharap Mapala Mohuyula bukan hanya kelompok mahasiswa yang hanya mencintai alam, tetapi juga mengajak orang lain turut mencintai alam,” ungkap Munkizul.
Bagi Munkizul, bentuk kesalehan dibagi menjadi tiga (3), yakni saleh ritual, sosial dan natural (alam).
Dalam Islam, lanjutnya, ketiga corak kesalehan itu merupakan suatu kemestian yang tak usah ditawar. Ketiganya harus dimiliki seorang muslim, baik kesalehan ritual, sosial dan natural. Agama mengajarkan bahwa kesalehan dalam Islam mestilah secara total.
“Ya, saleh secara ritual juga saleh secara sosial dan natural. Karena ibadah ritual selain bertujuan pengabdian diri pada Allah juga bertujuan membentuk kepribadian yang islami sehingga punya dampak positif terhadap kehidupan sosial, atau hubungan sesama manusia dan alam,” terangnya.
Karena itu, kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur dari seperti ibadah ritualnya shalat dan puasanyanya, tetapi juga dilihat dari output sosialnya, nilai-nilai dan perilaku sosialnya, berupa kasih sayang pada sesama, sikap demokratis, menghargai hak orang lain, cinta kasih, penuh kesantunan, harmonis dengan orang lain, membantu sesama dan mencintai alam.
Kesalehan tidak hanya dilihat dari ketaatan dan kesungguhan seseorang dalam menjalankan ibadah ritual, karena ini sifatnya hanya individual dan sebatas hubungan dengan Allah, tetapi kesalehan juga dilihat dari dampak kongkretnya dalam kehidupan bermasyarakat. Kesalehan sangat tergantung pada tindakan nyata seseorang, dalam hubungannya dengan sesama manusia, juga sangat tergantung pada sikap serta prilakunya terhadap alam, baik hewan, tumbuh-tumbuhan. “Karena itu kesalehan mencakup hubungan baik dengan Allah, hubungan baik dengan sesama manusia dan hubungan baik dengan alam,” tambahnya.
“Bagaimana mungkin kita bisa membuat alam ini lestari, makmur dan penuh kedamain bila kita tidak memiliki sikap yang baik terhadap sesama manusia maupun pada alam semesta. Dalam rangka itu, maka hampir tidak ada ibadah yang dianjurkan dalam Islam yang tidak memiliki nilai atau efek sosial, yang dimaksudkan untuk mengarahkan jiwa, membentuk karakter dan pensucian jiwa,” pungkasnya.
Kegiatan menarik lainnya yang juga menjadi rangkaian kegiatan milad Mapala Mohuyula adalah Fun Boldering yang dibuka secara umum, baik antara Mapala, KPA dan Sispala. Dan pada puncak milad dilakukan penyerahan hadiah dari pimpinan kampus dan Mapala Mohuyula, serta FPTI untuk kegiatan Fun Boldering.