Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Selasa kemarin (3/3/2020), melaksanakan kegiatan Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 4.0 dan Standar Mutu Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), di Sahid Jaya Hotel, Convention Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua (2) hari, yang dihadiri Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.

Salah satu PTMA yang hadir ialah Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go). Rektor UM-Go, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf dalam hal ini menugaskan Ketua LPK-AIK, Ir. Drs. Ad Mahmudy Irdja, MM, untuk menghadiri acara yang dimaksud. Acara ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Edy Suandi Hamid, M.Ec.

Saat dikonfirmasi, Ad Mahmudy menjelaskan, materi awal Prof. Edy mengupas banyak persoalan SPMI 4.0 dan Standar Mutu AIK. Baginya, kata Ad, SPMI dan Standar Mutu AIK merupakan sebuah keniscayaan yang tidak boleh diabaikan oleh PTMA. Hal ini berkaitan dengan era yang penuh dengan persaingan yang semakin ketat.

“PTMA harus dan wajib menyiapkan diri untuk mampu bersaing di kancah nasional dan internasional agar tidak dilindas oleh dunia yang semakin menihilkan sekat-sekat antar bangsa,” ungkapnya.

Lanjut Ad, Prof. Edy juga menjelaskan, bahwa tujuan adanya penjaminan mutu AIK antara lain untuk memberi bukti bagi stakeholder, bahwa PTMA benar-benar bertanggung jawab terhadap mutu seluruh kegiatan di institusinya, menjamin kegiatan berjalan dengan baik dan terus meningkat secara berkesinambungan, hingga mendapat pengakuan dari para lulusan.

Disisi lain, Ad Mahmudy juga menjelaskan, bahwa dalam acara sosialisasi ini, para pemateri lebih menekankan setiap PTMA harus mampu mengembangkan fungsi pendidikan tinggi yang berbasis AIK, holistik, integratif, bertata-kelola yang baik, serta berdaya saing dan berkeunggulan. “AIK harus menjadi nafas atau ruh bagi seluruh kampus PTMA dan harus benar-benar menjadi bagian integratif kampus,” terangnya.

Untuk itu, tambahnya, UM-Go perlu menindaklanjuti dengan menyusun program pengembangan sumber daya yang lebih terarah, meliputi pemberdayaan SDM, aset dan instruktur PTMA sebagai investasi utama dalam dakwah dan kaderisasi secara konsisten dan berkesinambungan.

Selain itu,  Standar Mutu AIK harus menjadi salah satu standar penciri UM-Go, sekaligus sebagai salah satu indikator kinerja tambahan. “Pemahaman terhadap hal tersebut sangat penting untuk terus dilakukan, agar kinerja AIK di UM-Go bisa menjadi mainstreaming dalam program ke depan,” pungkasnya.

Close Menu