Select Language

KAMPUS PENCERAHAN – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiwa Muhamadiyah (IMM) Bidang IMMawati Provinsi Gorontalo, Sabtu kemarin (7/3), menggelar Dialog Interaktif dengan tema “Perempuan Unggul Untuk Indonesia Maju, Stop Diskriminasi dan Kekerasan Terhadap Perempuan”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aisyiyah, Provinsi Gorontalo yang juga sebagai Wakil Rektor I, Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu, Prof. Moon Hidayati Otoluwa, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP-PA), Kabupaten Gorontalo,
Sri Dewi Rahmawaty Nani, Ketua Jurusan Hukum Pidana Islam (HPI) IAIN Gorontalo, Dr. Arhjayati Rahim, Direktur Wire-G, Kusmawati Matara MA dan Kepala Bidang (Kabid) IMMawati Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Fadhilatul Hasanah, SE, SY, ME.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Prof. Moon mewakili Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), di gedung serbaguna David Bobihue Akib, UM-Go. Dalam sambutannya, Prof. Moon sangat mengapresiasi kegiatan yang sangat bersinergi dan selaras dengan apa yang diharapkan perempuan Gorontalo. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perempuan Gorontalo, sebab belakangan perempuan kita lebih banyak dilecehkan. Nah, disini organisasi perempuan tidak boleh tinggal diam,” ungkapnya.

Dialog ini, lanjutnya, membahas tuntas bagaimana pergerakan progresi perempuan dalam merespon isu-isu kebangsaan, bagaimana strategi DPPA dalam menuntaskan kekerasan perempuan dan pendidikan keluarga untuk meminimalisir kekerasan terhadap perempuan. “Kenapa perempuan harus unggul ? karena perempuan unggul pasti paham akan strategi dan bisa mencegah tindak kekerasan seksual. Karena perempuan unggul pasti paham bagaimana merespon isu-isu perempuan untuk peradaban bangsa,” terangnya.

Bagi Prof. Moon, ada banyak keunggulan yang dimiliki perempuan dibanding laki-laki. Hanya saja karena tidak diberdayakan, maka perempuan lebih banyak merasa tidak percaya diri. “Perempuan itu lebih baik dari laki-laki dalam melakukan banyak tugas atau multitasking,” paparnya.

Menurutnya, perempuan lebih terorganisir saat berada di bawah tekanan. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu di awal untuk berpikir. Sementara laki-laki memiliki impulsif sedikit dan mereka melompat terlalu cepat. Hal itu menunjukkan bahwa dalam situasi stres dan kompleks, perempuan lebih mampu berhenti dan berpikir apa yang terjadi di depan mereka.

“Dalam hal ini keunggulan perempuan dibanding laki-laki adalah soal kesabaran. Kadang kala seorang laki-laki yang sudah emosi tidak lagi dapat menyelesaikan masalah dengan baik, dibanding perempuan yang memiliki kesabaran lebih,” tambanya.

Dengan kegiatan ini, Prof. Moon berharap, IMMawati dapat menjadikan perempuan Gorontalo unggul secara Islami dan unggul di dunia pendidikan. “Seperti pepatah, perempuan adalah tiang agama, ketika perempuan itu diberlakukan dengan baik, maka tiang agama itu akan semakin kokoh,” pungkasnya.

Close Menu