Tindaklanjut Hasil Forkopimda, 15 Item Pencegahan dan Penanganan Covid 19 di Area Pendidikan

KAMPUS PENCERAHAN – Usai menghadiri rapat forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) provinsi Gorontalo, Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go), Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Selasa kemarin (17/3), langsung menindaklanjuti hasil rekomendasi Gubernur dengan mengadakan rapat di lingkungan kampus UM-Go.

Rapat ini dihadiri oleh seluruh pimpinan kampus, baik Wakil Rektor, Dekan Fakultas, Kepala Program Studi (Kaprodi), Ketua Lembaga, Kepala Biro, Direktur UPT, SPI, BUMK, Kepala Pusat/Bagian dan Para KTU Fakultas.

Dalam rapat ini, rektor menjelaskan, sesuai hasil rapat forkopimda, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menginginkan institusi pendidikan dapat melakukan kajian yang berbasis ilmiah terkait pencegahan dan penanganan Covid 19 atau Virus Corona. Dan kajian ini diminta untuk segera dikoordinasikan dengan pihak pemerintah provinsi (Pemprov).

Gubernur bahkan sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang pembentukan gugus pencegahan dan penanganan virus corona di provinsi Gorontalo.
“Kita masuk dalam gugus yang bertugas di area institusi pendidikan. Bagaimana kita melakukan langkah-langkah untuk antisipasi di area pendidikan. Ditiap gugus sudah ada protokolnya. Untuk area kita ada 15 item,” ungkap rektor.

Adapun 15 item tersebut, pertama, Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui rencana atau persiapan daerah setempat dalam menghadapi Covid 19. Kedua, menyediakan sarana untuk cuci tangan diberbagai lokasi strategis sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

Ketiga, menginstruksikan kepada warga pendidikan untuk mencuci tangan, makan-makanan sehat, olahraga teratur, tidak merokok dan membuang sampah pada tempatnya. Keempat, membersihkan ruangan dengan rutin. Kelima, monitor absensi warga kampus, jika diketahui tidak hadir karena sakit dengan gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas, disarankan untuk segera ke faskes terdekat.

Keenam, memberikan himbauan kepada warga kampus yang sakit untuk mengisolasi diri di dalam rumah dan tidak melakukan kontak dengan orang lain.
Ketujuh, tidak memberikan hukuman atau sanksi kepada mereka yang sakit. Dan jika terjadi dalam jumlah yang besar, maka segera dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan setempat.

Kedelapan, mengalihkan tugas pendidik yang absen kepada tenaga pendidik lain yang mampu. Kesembilan, pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan pemeriksaan awal sebelum dilaporkan ke Dinas Kesehatan setempat. Kesepuluh, memastikan makanan yang disediakan di institusi pendidikan merupakan makanan yang sehat dan matang.

Kesebelas, menghimbau kepada seluruh peserta didik untuk tidak berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makanan, minuman dan alat musik tiup yang bisa menimbulkan penularan penyakit. Keduabelas, menginstruksikan kepada warga pendidikan untuk menghindari kontak fisik secara langsung, bersalaman, cium tangan, berpelukan dan sebagainya.

Ketigabelas, menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk studi wisata. Keempatbelas, melakukan pemeriksaan awal terhadap suhu tubuh kepada tamu yang datang. Kelimabelas, warga sekolah ataupun kampus yang bepergian ke negara atau daerah dengan transmisi lokal Covid 19, mempunyai gejala demam atau pernafasan, diminta untuk tidak berada di area sekolah atau kampus.

“Kita harus pastikan semua yang berada di kampus ini aman. Olehnya dalam gugus ini yang akan kami tugaskan adalah BAAK, UPT. Admisi dan Mahasiswa Baru, BAUK dan UPT. Humas dan Protokoler. Apapun yang diperoleh, segera koordinasikan dengan kami. Sebab Gubernur berharap seluruh pihak harus berkoordinasi. Kita harus membantu Gubernur dalam menentramkan masyarakat,” pungkasnya.

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com