Tak terasa tahun ini akan berakhir dan mengawali tahun yang baru. Mungkin efek pandemi hari ini yang masih berada disekitar terus mengawasi hari-hari, menjadikan aktivitas terbatas dan lebih banyak berada di dalam rumah. Akhirnya timbullah PPKM alias Pelan-pelan Kelupaan Masa (Waktu). Di rumah aja sambil rebahan dari hari ke hari gak taunya kita udah naik kelas, udah lulus sekolah bahkan sampai gak sadar tahun sudah mulai berganti, merasa kayak begitu enggak,sih?

Waktu terus maju, perubahan tak akan menunggu. Sadar enggak sadar, setiap hari itu selau terjadi perubahan bahkan setiap detiknya. Bilangan umur sudah pasti bertambah, meski jatah usia sejatinya berkurang. Hal ini sangat berpengaruh pada perubahan diri kita. Baik dari segi fisik, cara berfikir, perilaku, kebiasaan, dan banyak hal lainnya. Nah, jika perubahan itu pasti, pertanyaannya adalah perubahan seperti apa yang kita inginkan? Perubahan yang terencana atau perubahan yang sekedar “lihat nanti aja’? karena penting bagi kita untuk persiapkan segalanya mulai dari sekarang. Jangan sampai berubah dari hari ke hari menuju pada fisik yang semakin tua namun pikiran dan perbuatan semakin jauh dari sang pencipta. Karenanya kita butuh panduan yang benar agar setiap detik waktu yang tersisa menjadi berarti dan memberikan jaminan keselamatan pada diri kita di dunia hingga ke surga. Mengingat kembali bahwasannya hidup di dunia hanyalah sementara. Maka surgalah sebaik-baik tempat kembali, kekal dan abadi. (BuletinTemanSurga)

Berubah itu sesuatu yang pasti, namun bukan sekedar berubah saja tetapi harus berubah yang membawa berkah bagi dunia dan akhirat kita. Dari sini kita harus pahami betul arah perubahan yang sebenarnya bukan hanya sekedar ikutan semata. Lantas, pertanyaannya berubah yang benar itu seperti apa? berubah yang benar pastinya sesuai keinginan Allah dan Rasulullah bukan hanya sekedar keinginan kita semata sesuai hawa nafsu kita. oleh karenanya dibutuhkan ketundukan terhadap aturan yang ada didalam al-qur’an, sebagai peta kehidupan bagi manusia. inilah yang akan mewujdukan perubahan hakiki dalam kehidupan kita.

Berubah berarti hijrah. Namun sebelum itu, peru diketahui bahwa umat islam memiliki tahun yang di identik dengan perubahan. Tahun yang kental diingat sebagai momentum hijrah. Yaitu tahun Hijriyah. Filosofinya, kata Hijriyah diambil dari momentum hijrahnya

Baginda Nabi SAW yang meninggalkan Mekah menuju Madinah. Dimulai dari sanalah penanggalan Hijriyah. Yakni di mana kaum muslimin bersama dengan Rasulullah SAW beranjak meninggalkan kekufuran di Mekah menuju pada keimanan total di Madinah sebagai bukti ketaatan sepenuhnya kepada sang pencipta.  Maka hakikatnya berubah adalah hijrah. Hijrah menuju pada apa yang Allah SWT dan rasulullah SAW cintai. Hijrah yang tidak nanggung atau setengah-setengah, melainkan hijrah untuk berislam secara keseluruhan (totalitas) yang menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang akan kita taati demi peroleh Ridha-Nya dan peroleh Surga-Nya. (BuletinTemanSurga)

Sebagaimana Firman Allah Swt dalam Q.S Al-Baqarah : 218 :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Dalam hijrah perlu namanya istiqomah biar hijrah kita totalitas. Namun kalimat yang sering terlintas di kepala kita adalah “Hijrah itu mudah, yang sulit itu istiqomah” ternyata ada benarnya kalimat ini. Apalagi di era modern saat ini, pemakaian digital sudah banyak digunakan, tidak heran kita kebanjiran informasi setiap harinya di sosmed kita baik dari Fb, Instagram, twitter maupun yang lainnya. Termasuk perihal gelombang hijrah yang menyentuh sampai ke level orang terkenal (artis). Melihat hal itu, tidak sedikit dari kita ikut-ikutan deh hijrahnya biar ikut tren. Tapi itu tidak berjangka panjang, bisa hanya sehari, sebulan, setahun terus balik lagi putar arah bahkan semakin jauh melangkah meninggalkan hijrah. Miris kan melihat hal ini? hijrah itu bukan sembarang hijrah teman tapi kita harus paham betul sisi maknanya maupun dari sisi konsekuensinya. Kita juga harus ingat bahwa hijrah pasti ada tantangannya baik dari keluarga, teman, bahkan setan pun bisa merubah niat hijrah dengan memberikan berbagai macam tipu dayanya demi menggelincirkan kita pada jurang kesesatan. Karenanya, kunci istiqomah adalah kebersamaan jangan pernah menempuh jalan hijrah seorang diri saja. Berkumpullah bersama sahabat-sahabat yang memiliki tujuan yang serupa. Yakni inginkan hijrah secara keseluruhan demi peroleh Jannah. Inilah sahabat idaman yang sangat cocok sebagai teman hijrahmu.

Maka awali tahun yang baru dengan hijrah bareng dan buatlah prinsip hidupmu agar lebih terarah guna membentuk pribadi yang lebih baik lagi yang pastinya bersama peta panduan kehidupan yaitu Al-Quran dan As-Sunah. Maka sekali lagi pastikan hijrahmu bareng-bareng agar terasa mudah tanpa kata susah. Melangkahlah bersama sahabat dalam taat untuk menuju Jannah.

Close Menu