Mendengar kata cinta tentu sudah tidak asing lagi, sebab semua kalangan juga kerap kali menjadikannya sebagai topik pembahasan baik remaja, dewasa, maupun kanak – kanak.

Menurut R. Graves dalam The Finding of Love, cinta adalah sesuatu yang dapat mengubah segalanya sehingga terlihat indah. Karenanya, bagi orang yang lagi kasmaran, pepatah nobody’s perfect sementara di-disabled. Karena dimatanya, pujaan hati selalu terlihat sempurna.

Cinta terasa indah karena mengandung kebahagiaan (happines), menyenangkan (comfort), dan kepercayaan (trust). Ketiga perasaan indah itulah yang memberi sugesti positif hingga membentuk sikap optimis dan positif thinking. 

Akan tetapi, banyak diantara kita yang salahdalam memaknai cinta, buktinyaremaja-remaja saat ini banyak yang mendefinisikan cinta hanya dengan “pacaran” . Padahal jelas, berawal dari pacaran banyak memicu berbagai masalah terkhusus dikalangan remaja, sebut saja salah satu contohnya adalah pergaulan bebas hingga kasus hami diluar nikah, yg sudah menjadi masalah utama dinegeri ini bagi remaja. Menurut data, pada januari hingga juni 2021, sebanyak 124 pasangan mengajukan dispensasi nikah dini, dan 61 di antaranya hamil sbeelum nikah (Antaranews.com)

Hal senada dikatakan Kepala KUA Kecamatan Mananggu Mahfudh A. Alauddin, berdasarkan data peristiwa Nikah sejak tahun 2016 sampai tahun 2017, angka nikah dibawah umur remaja putri dengan rentang usia 15-18 tahun 8 orang dan yang usia dibawah 19 tahun sebanyak 58% dari peristiwa nikah yang terjadi di Kec. Mananggu dan yang mengalami hamil diluar nikah sebanyak 70%.(kemenag.go.id)

Makna Cinta yang sebenarnya

Cinta adalah fitrah. Ia ada memang sengaja diciptakan. Allah SWT yang meciptakannya. Sebagaimana yang kita pahami, bahwa Allah SWT tidak pernah sia-sia dalam meciptakan segala sesuatunya. Termasuk juga soal cinta.

Cinta merupakan salah satu potensi naluri yang ada pada setiap manusia. Bukan tanpa sebab adanya cinta. Allah SWT hadirkan cinta untuk menjaga kelestarian mahluk yang bernama manusia. Maka alaminya manusia yang saling jatuh cinta kemudia tidak mampu menjaga rasa akan menuju pada sebuah aktivitas yang bisa menyebabkan terjadinya kehamilan.

Adapun ghorizah nawu’ (naluri berkasih sayang) ini rangsangannya berasal dari luar. Jika tidak terpenuhi hanya akan menghantarkan pada kegelisahan. Kita tidak mungkin mencintai orang yang tsebelumnya tidak kita kenali sama sekali. Misalnya berawal dari suka stalking si doi hinga akhirnya mencoba beranikah diri untuk chat duluan dan berakhir pada pacaran.

Sebenarnya perasaan cinta tidak hanya menghantarkan pada dosa tetapi juga bisa menghantarkan pada pahala. Nah, lantas apa yang harus kita lakukan agar perasaan cinta bisa menghantarkan pahala ? yuk simak beberapa penjelasannya !

Pertama, ingatlah selalu bahwa ada sang pemilik cinta yang berkuasa atas cinta itu sendiri. Dialah Allah SWT. Karena Allah SWT adalah sang pemilik cinta, maka dia memiliki seperangkat aturan bagaimana cinta itu diperlakukan. Maka jangan sekali-kali melanggarnya.(BuletinTemanSurga)

Kedua, Harus dipahami bahwa bicara cinta sebenarnya bukan hanya soal hubungan khusus antara lawan jenis. Cinta juga mencakup kepada hubungan keluarga. Orang tua ke anak, anak ke orang tua, kakak ke adik, adik ke kaka, begitu seterusnya. Sudahkah cinta pada keluarga ini di pupuk dan dirawat? Seirus, cinta ini akan mendatangkan banyak pahala, maka jangan sia-siakan! (BuletinTemanSurga)

Ketiga, jika memang mulai muncul rasa cinta pada lawan jenis sedangkan  belum siap menikah maka patuhi rambu-rambu syariatnya. Apa saja? Jaga jarak sejauh mungkin, skip semua pintu interaksi dengan si doi sekecil apapun pintunya, tutup! Hapus, kubur, lenyapkan apapun tentang dirinya. Jika sudah beres, maka alihkan segenap pikiran kepada hal lain yang positif lagi menyibukan dalam kebaikan. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Belajar, beramal, dan dakwahkan. (BuletinTemanSurga)

InsyaAllah, jika ini semua dilakukan dengan ikhlas semata karena Allah SWT dan di tempuh dengan cara sesuai dengan syariatNya pasti berkah. Kita akan sukses membangun cinta diatas ridhoNya. Cinta hanya pada keluarga, sahabat taat, dan juga pada pasangan yang halal dalam pandagannya. Inilah bangunan cinta yang akan menaungi kita sampai ke surga. So, mau jatuih cinta atau bangun cinta? Jangan sampai salah pilih.

 

 

 

 

 

Close Menu