Melalui Sumpah Profesi, Perawat Haruslah Profesional dan Bertanggung Jawab

Foto:Humas UMGO/AL

Kampus Pencerahan – Guna menjadi seorang perawat profesional dan benar-benar mengabdi kepada masyarakat, sebanyak 105 Mahasiswa Sarjana (S1) Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mengucapkan sumpah profesi.

Dalam Sidang Khusus Senat FIKES UMGO, yang bertajuk “Pengambilan Sumpah Profesi Ners dan Janji Sarjana (S1) Keperawatan Tahun Akademik 2021.2022″. Yang dipimpin langsung oleh ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ns. Rhein R. Djunaid, S.Kep, M. Kes., disaksikan Rohaniawan Agama Islam Usman Tahir, S. Ag dan Rohaniawan Kristen Protestan Pdt. Velma Selfi Kansil, S.Th serta Dekan Fikes, Rektor dan Ketua PWM Gorontalo.

Kegiatan yang berlansung di Gedung Indoor David Bobihoe Akib (8/1/2022) tersebut, disuguhkan dengan persembahan tari Molipu Tiopo dari sanggar Mootilango Fikes UMGO, yang memiliki filosofi kebiasan masyarakat Gorontalo yaitu budaya gotong royong.

“Atas nama PWM Gorontalo saya mengucapkan selamat atas gelar sarjana untuk saudra-saudari sekalian. Karena ini adalah momen kebahagiaan bagi orang tua, karena terkadang orang tua selalu mendahulukan kepentingan anak dibanding kepentingan mereka oleh karena itu ada baiknya kalian sungkem ke orang tua dan berterimakasih kepada mereka,”pinta Ketua PWM Gorontalo Dr. H. Sabara Karim Ngou. M.Pd. I., selaku pembawa Tausiah Keprofesian.

Lanjut Dr. Sabara, untuk lulusan Profesi Ners harus betul- betul profesional, kepuasan pasien yang menjadi ukuran di masyarakat dan akan mempertanyakan alumni dari mana, jika pelayanan tidak baik maka anda akan nembawa nama kampus tidak baik juga.

“Maka mari berkontribusi untuk kemajuan kampus, kampus UMGO semakin besar dan maju dan menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo. Begitupun dalam pelayanan jangan lupa membawa misi Islam, ketika menuntun pasien minum obat maka tuntunlah dengan berdoa dan minimal membaca Bismillah,”tegasnya..

Rektor UMGO Prof. Dr. Abd., Kadim Masaong dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada kedua orang tua dan para sarjana, selamat berbahagia dan bersyukur.

“Kuliah itu menambah pengetahuan, pengalaman, kepribadian dan karakter serta untuk mendapatkan Ijazah, namun hari ini awal untuk menjadi sarjana bertugas di masyarakat. Menjadi seorang perawat memanglah berat karena kalian sudah bersumpan yang artinya kalian harus jadi perawat profesional dan bertanggung jawab atas keselamatan pasien”ucap Rektor.

Prof Kadim melanjutkan penjelasannya gelar profesi Ners bukan berarti anda kompeten, kompetensi anda akan diuji di lapangan, pengakuan pasien yang akan menguji itu. Kepada adik- adik yang sarjana keperawatan, kalian masih harus menempuh 1 tahun lagi Profesi, maka mulai besok daftarkan diri anda menjadi mahasiswa Profesi Keperawatan.

“Hari ini kalian terangkat derajatnya dihadapan manusia tapi belum tentu dihadapan Allah, maka perkuat iman dan ilmu sebagai ciri khas dari alumni UMGO, jika ingin bahagia dunia akhirat kuasai ilmu. Kepada Dosen jika anda di kritik maka terimalah kritikan itu dan buktikan di lapangan, praktek di lapangan sangat membuktikan kualitas alumni, jadi penentu kualitas kampus itu adalah dosen dan mahasiswa, selebihnya sarana dan prasarana, doakan kita semua sehat, Insha Allah kita akan bangun gedung 5 lantai,” tutupnya.

Adapun yang keluar sebagai lulusan terbaik sebagai berikut :
Terbaik 1 Indo Maryam Rusdin, S. Kep dengan IPK 3,64, Terbaik 2 Irfan Ibrahim S. Kep dengan IPK 3, 60 dan terbaik 3 Tiansi Hidayati Pakaya, S. Kep dengan IPK 3,58.

Hadir dalam acara ini, Ketua PWM Gorontalo Dr. Sabara Karim Ngou, ketua DPW PPNI Ns. Rhein Djunaid, M. Kes, Direktur RSUD/ RSIA se Provinsi Gorontalo,BPH, Rektor Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong dan seluruh Wakil Rektor, Para Dekan, Kepala Biro dan UPT, Dosen dan TPA Fikes serta orang tua dan keluarga Sarjana Keperawatan dan Lulusan Profesi Ners.

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com