Foto:Humas UMGO/AL

Kampus Pencerahan – Yudisium Sarjana program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), di Gelar pada Senin (10/1/2022) di Gedung Indoor David Bobihoe Akib.

Sebanyak 49 peserta Yudisium Sarjana yang menampakan raut wajah bahagia dan tegang karena bakal menanggalkan status mahasiswa menjadi sarjana, yang langsung dihibur dengan Penampilan Paiya Hungolopoli atau seni berbalas pantun yang banyak mengandung pesan – pesan tentang pentingnya pendidikan.

Ketua BPH Drs. H. Yusnan J. Ekie, M. Pd sebagai pembawa tausiah kependidikan kepada calon guru yang akan bertugas di tengah – tengah masyarakat, diajak untuk memahami Surah Ali Imran ayat 18.

“Allah menyuruh kita menjadi orang berilmu dan menegakkan keadilan, orang yang berilmu bersama dengan malaikat, dan ilmu yang paling tinggi yaitu Lailahaillallah,” ucapnya.

Yusnan J. Ekie melanjutkan penjelasannya, Allah memberi petunjuk dan hidayah kepada manusia lewat ilmu bukan dengan harta, karena kalau kita berharta seperti Qarun tapi tidak berilmu maka banyak yang iri dan akhirnya juga binasa, ini diceritakan Q.S Al Qasas ayat 80.

“Pesan saya kepada yang sudah sarjana, jaga iman dan tetaplah beramal shaleh dimanapun anda berada, jangan sekali- sekali tinggalkan sholat, jagalah sholat kalian,”tegasnya..

Dekan FKIP Dr. Abd. Hamid Isa, M. Pd dalam sambutannya menyampaikan penyeleggaraan dan manajemen Catur Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat dan AIK berjalan baik di FKIP.

“Prestasi yang perlu kita banggakan lainnya, adalah alumni angkatan 1 PGSD lulus CPNS/ P3K sejumlah 17 orang tersebar se Provinsi Gorontalo. Semoga juga tahun ini dalam akreditasi PGSD bisa Baik sekali dan berharap unggul,” harapnya.

Sementara itu, Ade Ira Malinda Tumu sebagai mahasiswa yang memberikan pesan dan kesan dalam acara yudisium menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua, kepada dosen atas bimbingan dan ilmunya dan kampus UMGO tercinta yang telah mengukir banyak kenangan yang berkesan dengan penuh keakraban selama kuliah.

Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong dalam sambutannya menyampaikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah termasuk UMGO merupakan kampus yang terbuka terhadap seluruh ras, suku dan agama, buktinya yudisium Fikes kemarin, ada agama Kristen Prostestan dari Papua, sekarang Yudisium FKIP ada yang beragama kristen dari Sulawesi Tengah, artinya kuliah di UMGO seluruh agama bisa, cinta NKRI dan Pancasila sudah diamalkan.

“Proses hari ini baru awal untuk memulai dan membuktikan dan mendapatkan pengakuan di tengah – tengah masyarakat. Dan menjadi Tagline Kuliah di UMGO Imannya kuat, Ilmunya tinggi, Akhlaknya baik dan Softskillnya Hebat, inilah ciri Alumni UMGO,”lanjutnya.

Hadir dalam acara PWM Gorontalo, PDM Kab. Gorontalo, Rektor dan Wakil Rektor 2 dan 3, Ketua BPH dan jajarannya, Dinas pendidikan Bonebolango dan Kab.Gorontalo, Para dekan, Kepala lembaga, Biro dan UPT, para dosen di lingkungan FKIP, Orang tua dan 49 Peserta yudisium.

Close Menu