JAKARTA – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mendapatkan kesempatan besar untuk go nasional, dimana UMGO menjadi salah satu dari 78 Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk dalam Forum Perguruan Tinggi untuk Desa atau Forum PERTIDES.

PERTIDES merupakan forum yang dibentuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), dimana forum ini merupakan langkah strategis dan sebagai wujud kolaborasi Kemendes PDTT bersama perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa lewat ragam program di berbagai bidang

Pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta Pusat mulai tanggal 8-9 November 2022. Hal ini dirasa penting karena Perguruan Tinggi memiliki sumberdaya yang komprehensif, mulai dari ketersedian para pakar sekaligus dengan semangat kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Selama dua hari, forum tersebut menghasilkan berbagai rumusan penting untuk melakukan akselerasi capaian SDG’s Desa dengan memperkuat kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Kementerian Desa (Kemendes) PDTT.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Dr. Muh. Firyal Akbar sebagai delegasi UMGO dalam Forum tersebut mengatakan, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab dan barus berperan dalam pengembangan kebijakan sebagaimana yang ada pada catur dharma perguruan tinggi yakni penelitian dan pengabdian yang akan berpengaruh pada pencapaian SDGs Desa.

Dekan FIS, Dr. Muh. Firyal Akbar saat menghadiri Forum PERTIDES

“Lebih spesifik, kegiatan ini menggambarkan bagaimana model kerja sama yang saling mendukung termasuk dalam mengimplementasikan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan pembentukan SDGs Desa Center,” jelasnya.

Firyal mengaku beruntung UMGO kali ini menjadi salah satu dari dua perwakilan kampus-kampus yang ada di Gorontalo untuk masuk sebagai anggota Forum PERTIDES, sehingga UMGO dengan usia yang belia ini bisa menunjukan eksistensinya bersama perguruan tinggi lainnya untuk bersinergi dalam mewujudkan apa yang diharapkan dalan forum tersebut.

“Alhamdulillah melalui forum ini juga kami bis mendapatkan jejaring baru untuk berkolaborasi antara kementerian, perguruan tinggi dan pemerintah daerah guna mengeksplor dan memanfaatkan potensi yang ada di setiap daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Desa PDTT RI, Dr. Abdul Halim Iskandar yang dikutip dari Tugu Malang, secara khusus menyampaikan terima kasih atas peran-peran strategis yang telah dilakukan perguruan tinggi di Indonesia. Baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan dalam melakukan aktivitas kemitraan dengan desa-desa.

“Kemendes PDTT perlu terus berkolaborasi dengan perguruan tinggi, saat ini telah ada 78 perguruan tinggi se Indonesia yang menjadi anggota Forum Perguruan Tinggi untuk Desa”, tambahnya.

Lanjutnya, ia berharap dengan dilibatkannya Perguruan Tinggi dalam pembangunan desa melalui forum PERTIDES ini, diharapkan dapat melakukan terobosan atau menciptakan suatu program khusus dalam mendukung terwujudnya SDGs.

“Contohnya, untuk melakukan riset unggulan bertema pengembangan potensi pedesaan, best practice tentang model kemitraan atau pendampingan yang transformative, dan melakukan kerja-kerja riil untuk mendampingi desa dalam merumuskan kebijakan/regulasi serta tata kelola pemerintahan desa yang ideal,” jelasnya.

Kegiatan tersebut di tutup dengan dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Desa PDTT RI Nomor 107 Tahun 2022 tentang Forum Perguruan Tinggi untuk Desa dan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor 154 tahun 2022 tentang Anggota Forum Perguruan Tinggi untuk Desa.

Close Menu
×

Cart